Tenun Lintau Masuk Dunia Digital, PNP Kembangkan Website Kriya Minangkabau

Tenun Lintau Masuk Dunia Digital, PNP Kembangkan Website Kriya Minangkabau

Dosen PNP Dorong Tenun Lintau Tembus Pasar Lebih Luas.

INDOSBERITA.ID.TANAH DATAR – Kain tenun tidak lagi hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Sentra tenun Kriya Minangkabau di Lintau, Kabupaten Tanah Datar, mulai melangkah ke ruang digital melalui pengembangan website profil dan katalog produk.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan dosen Program Studi D3 Sistem Informasi Politeknik Negeri Padang (PNP).

Melalui skema Penerapan Iptek Masyarakat (PIM), tim PNP membantu Yayasan Kriya Minangkabau memanfaatkan teknologi informasi untuk memperkenalkan produk tenun kepada masyarakat yang lebih luas.

Dari Tenun Lokal ke Etalase Digital

Kriya Minangkabau memiliki beragam potensi produk tenun yang menarik untuk dikembangkan. Namun, keterbatasan pemanfaatan media digital membuat informasi mengenai produk dan aktivitas sentra tenun belum menjangkau banyak calon konsumen.

Tim PkM kemudian menawarkan solusi melalui pengembangan website profil dan katalog produk.

Website tersebut menjadi etalase digital bagi Kriya Minangkabau. Pengunjung nantinya dapat mengenal profil sentra tenun sekaligus melihat berbagai produk yang tersedia melalui katalog.

Kehadiran katalog digital juga membuka peluang promosi yang lebih luas. Calon konsumen tidak harus datang langsung ke lokasi untuk mengetahui produk yang tersedia.

Tenun Lintau Masuk Dunia Digital, PNP Kembangkan Website Kriya Minangkabau

Dosen PNP Dorong Tenun Lintau Tembus Pasar Lebih Luas

Dosen dan Mahasiswa Turun Langsung

Muhammad Ibrahim Nasution dari Program Studi D3 Sistem Informasi memimpin kegiatan tersebut. Sejumlah dosen dan mahasiswa turut terlibat bersama pihak Kriya Minangkabau.

Tim tidak hanya mengembangkan website. Mereka juga mendampingi mitra agar mampu mengelola platform digital secara mandiri.

Pendampingan mencakup pengelolaan informasi produk, penyusunan katalog digital, serta pemanfaatan media sosial untuk mendukung strategi promosi.

Keterlibatan mahasiswa turut memberi warna dalam kegiatan tersebut. Mereka dapat menerapkan ilmu teknologi informasi secara langsung sekaligus memahami kebutuhan pelaku usaha di lapangan.

Perkuat Promosi Produk Lokal

Muhammad Ibrahim Nasution mengatakan transformasi digital dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan promosi produk tenun lokal.

“Melalui transformasi digital ini, kami berharap Kriya Minangkabau dapat memiliki media informasi dan promosi yang lebih terstruktur sehingga produk-produk tenun yang dihasilkan dapat lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan mitra dalam mengelola teknologi secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung pada 27 Juni 2026 tersebut mendapat respons positif dari pihak Kriya Minangkabau. Mitra ikut terlibat dalam proses pengembangan agar website sesuai dengan kebutuhan sentra tenun.

Menjaga Tenun Tetap Relevan

Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan pembuatan website. Bagi Kriya Minangkabau, langkah tersebut juga menjadi upaya memperkenalkan kerajinan tenun kepada generasi dan pasar yang lebih luas.

Melalui katalog digital, produk lokal memiliki ruang untuk tampil lebih mudah diakses oleh calon konsumen. Media sosial juga dapat menjadi jembatan untuk mengenalkan cerita, proses pembuatan, serta keunikan produk tenun Lintau.

Bagi Politeknik Negeri Padang, kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat memanfaatkan teknologi.

Transformasi digital Kriya Minangkabau diharapkan menjadi awal bagi penguatan promosi tenun Lintau. Dengan memadukan keterampilan perajin dan teknologi informasi, produk lokal Tanah Datar memiliki peluang lebih besar untuk dikenal hingga pasar yang lebih luas.(*)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *