Waspada! BPOM Temukan Pyrimidenafil dalam 3 Produk Herbal Penambah Stamina Pria

Waspada! BPOM Temukan Pyrimidenafil dalam 3 Produk Herbal Penambah Stamina Pria

Foto ilustrasi

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap temuan baru dalam pengawasan obat bahan alam (OBA). Dalam pemeriksaan tersebut, lembaga ini untuk pertama kalinya mengidentifikasi bahan kimia obat (BKO) pyrimidenafil pada produk herbal yang diklaim mampu meningkatkan stamina pria.

Kandungan tersebut ditemukan pada tiga produk yang diproduksi oleh PT Bintang Kupu-Kupu, Tangerang. Ketiga produk itu adalah Exie, Yubokki, dan Duramax.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan temuan tersebut di Jakarta, Jumat. Ia menyebut keberadaan pyrimidenafil menjadi perhatian serius karena senyawa tersebut belum pernah ditemukan dalam pengawasan OBA di Indonesia.

“Temuan pyrimidenafil menjadi perhatian serius BPOM, karena merupakan jenis BKO yang baru pertama kali kami identifikasi dalam pengawasan OBA di Indonesia,” ujar Taruna.

Pyrimidenafil Memiliki Mekanisme seperti Obat Disfungsi Ereksi

Pyrimidenafil merupakan senyawa kimia yang bekerja dengan menghambat enzim fosfodiesterase-5 atau PDE5. Mekanisme serupa juga terdapat pada sejumlah obat untuk mengatasi gangguan fungsi ereksi, termasuk sildenafil.

Melalui mekanisme tersebut, senyawa ini dapat meningkatkan aliran darah dan berpotensi memengaruhi fungsi seksual pria. Namun, penggunaan bahan tersebut dalam produk herbal tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Sebelumnya, BPOM lebih sering menemukan sildenafil dan tadalafil sebagai BKO dalam produk yang menawarkan klaim peningkatan stamina pria. Kini, penemuan pyrimidenafil menunjukkan adanya perkembangan baru dalam praktik pelanggaran industri obat bahan alam.

BPOM Mewaspadai Penggunaan Senyawa Baru

Menurut Taruna, pemakaian senyawa yang berbeda dari BKO yang umum ditemukan diduga menjadi salah satu cara untuk mengelabui pengawasan. Oleh sebab itu, BPOM terus memperkuat kemampuan laboratorium dan mengembangkan metode analisis.

Pengembangan tersebut bertujuan mendeteksi berbagai jenis BKO, termasuk senyawa baru, analog, serta turunannya. Dengan demikian, pencampuran bahan kimia secara ilegal ke dalam produk obat bahan alam dapat diantisipasi.

Puluhan Produk Herbal Turut Terjaring

Selain tiga produk yang mengandung pyrimidenafil, BPOM juga menemukan 35 produk obat bahan alam tanpa izin edar yang mengandung BKO. Beberapa zat kimia yang terdeteksi meliputi sildenafil, sibutramin, deksametason, dan parasetamol.

Beragam produk itu dipasarkan dengan klaim khasiat yang berbeda. Misalnya, untuk meningkatkan stamina pria, mengatasi pegal linu, meredakan asam urat, hingga membantu menurunkan berat badan.

Berikut sejumlah produk yang masuk dalam daftar temuan BPOM berdasarkan klaim pemasarannya:

Klaim Stamina Pria

  • Exie
  • Duramax
  • Yubokki
  • Dodol Jamu Pusaka Ayah
  • Machocan Plus
  • Kuat Lelaki Dayak
  • Strong Man Coffee
  • New Tangkur Ganas
  • Super Stud 007
  • Lanang Sejati

Klaim Pegal Linu, Asam Urat, dan Sakit Gigi

  • Borneo
  • PE-GAT
  • Tupai
  • New Capsul Elang
  • Raja Encok
  • Golinu
  • Palu Sakti Obat Sakit Gigi & Sakit Kepala
  • Pegal Linu Husada
  • Minyak Urut Dayak

Klaim Penggemuk dan Penambah Nafsu Makan

  • Penggemuk Badan Herbal
  • BodyFat

Klaim Pelangsing

  • Obat Diet Fat Loss – 4U Slim & Beauty
  • LBT Langsing By Tii
  • Jamu Herbal Pelangsing (JHP)
  • Pelangsing Hijrah
  • Pelangsing Pelakor Premium Super Strong 2

Klaim Mengatasi Gatal

  • Sari Dukuh Gatal-Gatal / Eksim

Masyarakat Diimbau Lebih Waspada

Temuan tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap klaim khasiat produk herbal. Terlebih lagi, konsumen perlu berhati-hati terhadap produk yang menjanjikan hasil instan tanpa mencantumkan komposisi secara jelas.

Sebelum membeli, masyarakat disarankan memeriksa izin edar dan informasi keamanan melalui kanal resmi BPOM. Selain itu, hindari mengonsumsi obat stamina atau jamu yang tidak memiliki keterangan komposisi serta legalitas yang transparan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *