Tragis! Pemain Yala FC Tewas Tersambar Petir Saat Bertanding di Thailand

Tragis! Pemain Yala FC Tewas Tersambar Petir Saat Bertanding di Thailand

Pemain sayap Yala FC, Safwan Awae (24), meninggal dunia setelah tersambar petir. (Facebook/Abdul Basir Chepor)

INDOSBERITA.ID.THAILAND – Duka menyelimuti dunia sepak bola Thailand setelah pemain sayap Yala FC, Safwan Awae, meninggal dunia akibat sambaran petir saat menjalani pertandingan Golok FA Cup di Stadion Santiphap, Distrik Su-ngai Kolok, Provinsi Narathiwat.

Petir Menyambar di Tengah Pertandingan

Peristiwa nahas itu terjadi ketika pertandingan masih berlangsung. Cuaca tiba-tiba memburuk, lalu petir menyambar area lapangan. Sambaran tersebut membuat sejumlah pemain langsung terjatuh.

Tim medis segera memberikan pertolongan kepada para korban sebelum mengevakuasi mereka ke Rumah Sakit Sungai Kolok. Sedikitnya sembilan orang mengalami cedera, sedangkan Safwan menderita luka paling parah. Dokter sempat berusaha menyelamatkan nyawanya, tetapi pemain berusia 24 tahun itu akhirnya meninggal dunia.

Yala FC menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Safwan melalui akun resmi klub. Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) juga menyampaikan duka cita atas kepergian pemain muda tersebut.

“Federasi turut berduka bersama keluarga, teman-teman, dan klub dalam masa sulit ini,” tulis FAT dalam pernyataan resminya.Dikutip dari Beritasatu

Karier Safwan Awae Terhenti

Safwan baru bergabung dengan Yala FC pada 29 Juli 2026. Sebelumnya, ia tampil gemilang bersama Pattani FC dengan mencetak tujuh gol dalam 18 pertandingan. Penampilannya membantu Pattani FC meraih promosi ke Thai League 2 musim 2025-2026.

Tragedi Serupa Pernah Terjadi

Insiden ini kembali mengingatkan dunia sepak bola terhadap bahaya cuaca ekstrem. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pemain dari berbagai negara kehilangan nyawa akibat sambaran petir saat berada di lapangan.

Pada Februari 2024, pesepak bola Indonesia Septian Raharja meninggal dunia setelah tersambar petir saat menjalani laga persahabatan. Sebelumnya, pada Desember 2023, pemain Brasil Caio Henrique De Lima Goncalves juga meninggal akibat insiden serupa ketika membela Uniao Jaiirense.

Kasus serupa kembali terjadi di Peru pada November 2024. Bek senior De La Cruz Meza meninggal dunia setelah petir menyambarnya ketika hendak meninggalkan lapangan akibat hujan deras dalam pertandingan amatir.

Pakar Minta Pertandingan Dihentikan Saat Cuaca Buruk

Pakar keselamatan olahraga mengimbau penyelenggara kompetisi segera menghentikan pertandingan ketika hujan disertai petir mulai terjadi. Mereka juga mendorong setiap stadion dan lapangan terbuka memasang sistem penangkal petir guna meningkatkan keselamatan pemain, ofisial, dan penonton selama pertandingan berlangsung.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *