Terkuak! Wanita 23 Tahun di Muara Enim Diduga Dibunuh Mantan Pacar

Evakuasi wanita korban pembunuhan di Muaraenim Sumatera Selatan Sumber : tvOne/Kiki Habibie
INDOSBERITA.ID.PALEMBANG – Warga Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, digegerkan dengan penemuan jasad seorang wanita muda yang mengapung di bantaran Sungai Enim. Korban diketahui bernama Ayu Puspita (23), warga Desa Perjito, yang diduga menjadi korban pembunuhan oleh mantan kekasihnya sendiri.
Jasad korban ditemukan pada Jumat (29/5/2026) dalam kondisi mengenaskan. Selain telah membusuk, sebagian kulit tubuh korban juga ditemukan dalam keadaan terbakar sehingga memunculkan kecurigaan adanya tindak pidana.
Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian mengaitkan temuan tersebut dengan laporan orang hilang yang sebelumnya masuk ke Polres Lahat. Setelah dilakukan proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut, petugas memastikan bahwa jasad tersebut adalah Ayu Puspita.
Dari hasil penyelidikan, aparat menetapkan M Ari Pratama (33), warga Desa Karang Raja, Muara Enim, sebagai tersangka utama. Pria tersebut diketahui merupakan mantan kekasih korban.
Meski korban telah berstatus menikah dan pelaku juga pernah berumah tangga sebelum bercerai, keduanya disebut masih menjalin komunikasi hingga sebelum kejadian tragis itu terjadi.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun penyidik, peristiwa bermula ketika korban menyewa sebuah kamar di salah satu penginapan di kawasan Pasar Muara Enim pada dini hari. Tak lama kemudian, pelaku datang menemui korban dan keduanya berada di kamar tersebut hingga sore hari.
Situasi berubah setelah terjadi cekcok antara korban dan pelaku. Pertengkaran diduga dipicu oleh permintaan korban yang meminta dibelikan telepon genggam baru. Perselisihan itu kemudian memuncak hingga berujung pada dugaan tindak kekerasan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.
Polisi menduga pelaku kemudian berusaha menghilangkan jejak setelah kejadian. Korban ditinggalkan di dalam kamar penginapan sebelum akhirnya jasadnya dipindahkan dan dibuang ke aliran sungai.
Kasus ini kini masih dalam penanganan kepolisian. Penyidik terus mendalami seluruh rangkaian peristiwa serta melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat setempat dan menambah daftar kasus kekerasan yang dipicu konflik hubungan pribadi yang berujung tragis.



