FIFA Jatuhkan Sanksi ke 8 Klub Indonesia, Persib Bandung Masuk Daftar

Persib Vs Semen Padang FC Sumber : ileague.id
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) kembali mengambil langkah tegas terhadap klub-klub Indonesia. Berdasarkan pembaruan data resmi FIFA, sebanyak delapan klub Tanah Air dijatuhi sanksi berupa larangan melakukan aktivitas transfer atau mendaftarkan pemain baru (registration ban) pada jendela transfer mendatang.
Daftar klub yang terkena hukuman mencakup tim dari berbagai level kompetisi nasional. Yang paling menyita perhatian adalah masuknya nama Persib Bandung, juara kompetisi kasta tertinggi Super League, serta Semen Padang dalam daftar klub yang sedang berada di bawah sanksi FIFA.Dikutip dari Viva.co.id
Sanksi registration ban bukanlah fenomena baru dalam sepak bola Indonesia. Sejak 2022, FIFA secara konsisten memantau berbagai kasus sengketa yang melibatkan klub-klub nasional dan menjatuhkan hukuman kepada pihak yang dinilai melanggar regulasi internasional.
Mayoritas kasus berakar pada persoalan finansial, mulai dari tunggakan gaji pemain, perselisihan kontrak pelatih, hingga sengketa hak transfer yang kemudian dibawa ke ranah hukum sepak bola internasional. Meski beberapa klub berhasil menyelesaikan kewajibannya dan terbebas dari sanksi, masih terdapat sejumlah kasus lama maupun baru yang belum menemukan titik terang.
Dari catatan FIFA, Persiwa Wamena menjadi klub Indonesia yang paling lama berada dalam status hukuman. Klub asal Papua tersebut tercatat menjalani sanksi sejak 12 Mei 2022 dengan status until lifted atau berlaku hingga seluruh kewajiban yang dipersyaratkan FIFA diselesaikan.
Selain Persiwa, nama PSBS Biak dan PSCS Cilacap juga masih tercantum dalam daftar klub yang terkena sanksi. Kedua klub tersebut mulai masuk dalam pusaran hukuman FIFA sejak 2025 akibat sengketa yang belum berhasil diselesaikan oleh manajemen masing-masing.
Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi sepak bola Indonesia. Di tengah upaya meningkatkan profesionalisme dan daya saing kompetisi nasional, penyelesaian sengketa finansial serta kepatuhan terhadap regulasi internasional menjadi aspek krusial yang tidak dapat diabaikan.
Jika tidak segera dituntaskan, sanksi tersebut berpotensi mengganggu persiapan tim menghadapi musim baru karena klub tidak dapat merekrut maupun mendaftarkan pemain baru hingga status hukuman dicabut oleh FIFA.



