Tangis Pecah di Rekonstruksi Pembunuhan Pinang Merah, Tersangka RS Menangis Histeris

REKONSTRUKSI-Rekonstruksi kejadian pembunuhan di Pinang Merah yang menewaskan korban Indra Kesuma (41) dipenuhi air mata, Senin (11/05/2026).Photo Tribunjambi
INDOSBERITA.ID.JAMBI – Suasana haru menyelimuti proses rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Indra Kesuma (41) di kawasan Pinang Merah, Kecamatan Alam Barajo. Kegiatan yang digelar di bawah rintikan hujan itu berubah emosional ketika rangkaian adegan penusukan diperagakan ulang oleh para tersangka.
Dalam rekonstruksi yang dipimpin Polsek Kota Baru, tersangka RS dan DH awalnya menjalani setiap adegan dengan lancar. Namun suasana berubah saat adegan penusukan terhadap korban harus diperagakan kembali.
Momen semakin emosional ketika istri korban, Nia, melontarkan kalimat kepada tersangka RS, “Kau dak mikir anak-anaknyo,” yang membuat suasana menjadi semakin tegang dan penuh haru.
Tak lama setelah itu, RS mendadak menangis dan bahkan menghentakkan kepalanya ke tanah, sehingga proses rekonstruksi sempat terhenti. Melihat kondisi tersebut, petugas kepolisian segera menenangkan tersangka agar kegiatan dapat dilanjutkan.
Kapolsek Kota Baru, Kompol Helrawaty Siregar, bersama anggota lainnya langsung turun tangan untuk menenangkan situasi di lokasi kejadian.
Diketahui, rekonstruksi ini dilakukan untuk mengungkap secara detail peristiwa berdarah yang terjadi pada Minggu (26/4/2026) di Pinang Merah. Insiden tersebut berawal dari perselisihan antar anak yang kemudian melebar hingga melibatkan orang tua.
Situasi semakin memanas ketika salah satu orang tua remaja mendatangi rumah korban dan terjadi adu mulut. Tidak lama setelah itu, RS dan DH yang merupakan paman korban mendatangi lokasi dan terjadi pengeroyokan yang berujung penusukan terhadap Indra Kesuma hingga meninggal dunia.
Proses rekonstruksi diharapkan dapat memperjelas rangkaian peristiwa serta melengkapi berkas penyidikan kasus tersebut.
Sumber:Tribunjambi



