Roket RD70 WAFAR Buatan RI Sukses Uji Tembak

Uji tembak roket Oleh Pasukan Marinir
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Industri pertahanan nasional kembali mencatat kemajuan penting. Roket berpemandu kaliber 70 mm RD70 WAFAR hasil pengembangan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) berhasil menjalani uji penembakan bersama Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Uji coba berlangsung di Lapangan Tembak Nanggala Depohar 60, Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada 18 Juni 2026. Dalam pengujian tersebut, roket mampu mengenai dan menghancurkan target yang telah di simulasikan.
Keberhasilan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional. RD70 WAFAR di kembangkan dan di produksi di fasilitas PTDI di Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan mengusung teknologi pemandu presisi yang memungkinkan tembakan lebih akurat terhadap sasaran.
Selain di lengkapi sistem pemandu, roket ini juga menggunakan sirip lipat otomatis yang berfungsi menjaga stabilitas selama penerbangan menuju target. Dalam operasionalnya, RD70 WAFAR memiliki jangkauan hingga 7 kilometer dan di rancang untuk menghancurkan berbagai sasaran, mulai dari kendaraan ringan hingga pos pertahanan.
Pada pengujian kali ini, Korps Marinir mengoperasikan dua jenis pod peluncur. Pod pertama berbentuk persegi yang membawa empat roket pada masing-masing peluncur untuk misi darat ke darat. Sementara pod kedua berbentuk tabung bulat berkapasitas tujuh roket yang di gunakan untuk simulasi serangan udara ke darat.
PTDI menyatakan seluruh proses produksi di lakukan dengan standar kualitas tinggi guna memenuhi kebutuhan strategis pertahanan Indonesia. Pengembangan RD70 WAFAR juga menjadi kelanjutan dari pengalaman panjang PTDI dalam memproduksi roket kaliber 70 mm.
Sejak memperoleh lisensi dari perusahaan Belgia pada periode 1985 hingga 1996, PTDI telah memproduksi lebih dari 43 ribu roket FFAR. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang di capai berkisar antara 20 hingga 40 persen.
Roket produksi PTDI selama ini telah terintegrasi dengan berbagai platform milik TNI, baik helikopter maupun pesawat tempur. Beberapa di antaranya helikopter AS555 Fennec, Bell 212,NAS332 Super Puma, serta pesawat tempur F-16 dan EMB-314 Super Tucano.
Keberhasilan uji tembak RD70 WAFAR di harapkan semakin memperkuat kemampuan pertahanan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem persenjataan impor.
Sumber: Â Airspace -Reviews



