Operasi Jerat Berbuah Hasil,Perburuan Satwa Dilindungi di TNKS Semakin Berkurang

Perburuan Satwa Dilindungi di TNKS Semakin Berkurang

Foto Ilustrasi Gemini Google

INDOSBERITA.ID.SUNGAI PENUH – Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) mencatat tren positif dalam upaya perlindungan satwa liar. Selama dua tahun terakhir, kasus perburuan satwa dilindungi di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) terus menurun.

Penurunan tersebut tidak lepas dari operasi rutin yang di jalankan petugas BBTNKS. Tim Polisi Kehutanan secara berkala menyisir kawasan hutan untuk menemukan dan memusnahkan jerat yang dipasang pemburu.

Kepala Bidang Teknis Konservasi BBTNKS, Delfi Andra, mengatakan operasi pembersihan jerat menjadi salah satu langkah utama untuk menekan perburuan satwa liar.

Menurutnya, petugas terus meningkatkan intensitas patroli di sejumlah kawasan yang selama ini masuk kategori rawan.

“Polisi Kehutanan terus mengintensifkan operasi jerat sebagai upaya mencegah perburuan satwa liar yang di lindungi,” ujar Delfi Andra.

Meski angka perburuan menurun, petugas masih menemukan jerat di beberapa titik. Kawasan perbatasan Kota Sungai Penuh dengan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menjadi salah satu lokasi yang paling sering menjadi sasaran operasi.

BBTNKS menilai jerat masih menjadi ancaman serius bagi berbagai jenis satwa di lindungi. Satwa yang terperangkap berisiko mengalami luka berat hingga mati sebelum sempat di selamatkan petugas.

Karena itu, BBTNKS mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian satwa liar. Masyarakat di minta tidak memasang jerat maupun melakukan perburuan di kawasan TNKS.

Menurut BBTNKS, dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kolaborasi antara petugas dan warga di harapkan mampu menjaga habitat satwa liar agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *