Lantik Adik Ipar Jadi Sekda, Wali Kota Bekasi Tegaskan Hasil Seleksi Terbuka

Wali Kota Bekasi Lantik Adik Ipar Jadi Sekda.
INDOSBERITA.ID.BEKASI – Pelantikan Muhammad Solikhin sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi menjadi sorotan publik. Pasalnya, Solikhin merupakan suami Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraeni, yang juga adik kandung Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
Tri Adhianto melantik Solikhin di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (2/11/2026) pagi. Pelantikan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 800.1.3.3/Kep.344-BKPSDM/X/2026 tertanggal 30 Oktober 2026.
Sebelum menjabat Sekda, Solikhin memimpin Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi. Hubungan keluarganya dengan Wali Kota kemudian memunculkan pertanyaan mengenai proses penunjukan tersebut.
Menanggapi sorotan itu, Tri membantah adanya praktik nepotisme. Ia menegaskan Solikhin meraih jabatan Sekda melalui seleksi terbuka atau open bidding, bukan karena hubungan kekeluargaan.
“Semuanya sudah dilakukan secara terbuka, dan hasil tesnya juga menyatakan bahwa yang bersangkutan (Solikhin) mendapatkan nilai tertinggi. Jadi kita harus melihat dari sisi prestasinya,” kata Tri dalam keterangan resminya, Senin.
Tri menjelaskan, panitia seleksi menjalankan proses pengisian jabatan melalui sejumlah tahapan. Tim ahli independen juga ikut mengawasi proses tersebut.
Menurut Tri, mekanisme seleksi terbuka memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk bersaing secara objektif. Ia juga menilai keterlibatan tim independen dapat mencegah intervensi dari pihak mana pun.
Selain itu, Tri menyebut pengangkatan Sekda sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi memperkuat koordinasi dan meningkatkan kinerja organisasi pemerintahan.
Tri menekankan bahwa Sekda memegang peran penting dalam menghubungkan kepala daerah, wakil kepala daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sekitar 23.000 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bekasi.
Karena itu, ia berharap Solikhin mampu membangun komunikasi yang baik dan mengoordinasikan berbagai kebutuhan di lingkungan pemerintahan.
“Sekda memiliki tugas yang sangat sentral. Ia harus mampu menjembatani dan mengomunikasikan berbagai kebutuhan, sekaligus menjadi penyambung lidah bagi ASN. Yang paling penting, Sekda harus mampu menggerakkan roda organisasi Pemerintah Kota Bekasi,” ujar Tri.
Selain Muhammad Solikhin, Tri Adhianto juga melantik 66 pejabat lainnya. Dengan demikian, total 67 pejabat mengikuti pelantikan dan alih tugas di lingkungan Pemkot Bekasi.
Para pejabat tersebut mengisi sejumlah posisi pada jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas.
Usai pelantikan, Tri meminta seluruh pejabat segera menjalankan tugas dan menjadi penggerak organisasi. Ia juga mengingatkan mereka agar membangun komunikasi yang baik di seluruh jajaran pemerintahan.
Lebih lanjut, Tri mendorong para pejabat mengutamakan hasil nyata atau outcome dalam menjalankan program kerja. Menurutnya, aparatur tidak cukup hanya menyelesaikan kegiatan secara administratif. Mereka juga harus memastikan setiap program memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.





