Dua Mahasiswa IAIN Kerinci Unjuk Kemampuan di Olimpiade Nasional OASE III

Bawa Nama IAIN Kerinci, Dua Mahasiswa Berlaga di Olimpiade PTKIN se-Indonesia
INDOSBERITA.ID, KERINCI – Dua mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci membawa nama kampus ke tingkat nasional. Keduanya mengikuti Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.
Kompetisi tersebut berlangsung pada 3–7 November 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ajang ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia.
Dua Mahasiswa Jadi Delegasi IAIN Kerinci
Dua mahasiswa yang mewakili IAIN Kerinci adalah Durratul Humaira dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Tata Firma Ajaronnisa dari Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI).
Keikutsertaan keduanya mendapat apresiasi dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Kerinci, Dr. Halil Khusairi, M.Ag.
Halil mengaku bangga atas partisipasi mahasiswa dalam kompetisi akademik tingkat nasional tersebut. Menurutnya, OASE menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, mengasah kemampuan, dan membangun integritas.
Ia menegaskan, pengalaman mengikuti kompetisi juga memiliki nilai penting bagi pengembangan diri mahasiswa.
“Bagi kami, keikutsertaan ini bukan hanya tentang hasil kompetisi, tetapi juga bagaimana mahasiswa memperoleh pengalaman, mengembangkan potensi diri, dan membangun semangat untuk terus berprestasi,” ungkap Halil.
Karena itu, ia berharap partisipasi tersebut dapat memotivasi mahasiswa lainnya. Ia juga mendorong mahasiswa agar lebih percaya diri dan berani mengikuti berbagai kompetisi nasional.
Hadapi Kendala Selama Mengikuti Kompetisi
Sementara itu, pendamping kontingen IAIN Kerinci, Muhlasin, M.Pd., mengatakan OASE III memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa.
Selain menguji kemampuan akademik, kegiatan ini juga melatih kesiapan mental, kreativitas, dan kedisiplinan. Mahasiswa juga berkesempatan bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai PTKIN.
“Selama mengikuti kegiatan ini, kami melihat mahasiswa mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran berharga. Mereka tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki kesiapan mental, kreativitas, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai situasi,” ujarnya.
Meski demikian, kontingen IAIN Kerinci menghadapi sejumlah kendala. Beberapa di antaranya berupa perubahan jadwal kegiatan dan keterbatasan anggaran.
Selain itu, jarak perjalanan dari Kerinci menuju Yogyakarta juga menjadi tantangan tersendiri bagi delegasi.
“Memang terdapat beberapa kendala yang kami hadapi, terutama perubahan jadwal kegiatan, keterbatasan anggaran, dan perjalanan yang cukup jauh. Namun, kami tetap berupaya memberikan pendampingan terbaik agar mahasiswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik,” tambah Muhlasin.
Walaupun menghadapi berbagai hambatan, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat kedua mahasiswa. Mereka tetap mengikuti rangkaian kegiatan dengan dukungan pendamping kontingen.
Dorong Prestasi dan Budaya Riset Mahasiswa
OASE III diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas mahasiswa PTKIN. Selain itu, OASE juga mendorong lahirnya generasi muda yang unggul dalam bidang keagamaan, sains, dan riset.
Melalui kompetisi tersebut, mahasiswa mendapat ruang untuk mengembangkan gagasan inovatif dan memperluas jejaring akademik.
Dengan demikian, keikutsertaan dua mahasiswa IAIN Kerinci diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan prestasi.
IAIN Kerinci juga berharap semakin banyak mahasiswa menghasilkan karya, inovasi, dan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan Islam di Indonesia.





