Kemenhaj Pastikan Layanan Jemaah Haji di Mina Tertib, Fokus Perlindungan dan Keselamatan Jemaah

Kemenhaj Pastikan Layanan Jemaah Haji di Mina Tertib, Fokus Perlindungan dan Keselamatan Jemaah

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Pelaksanaan ibadah haji di fase Mina pada hari Tasyrik kedua, Jumat (29/5/2026) atau 12 Dzulhijjah 1447 H, dipastikan berlangsung tertib dan terkendali. Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa seluruh layanan difokuskan pada aspek keselamatan serta kenyamanan jemaah haji Indonesia selama rangkaian lontar jumrah.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa pelaksanaan lontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah telah diatur dalam jadwal yang ketat untuk menghindari penumpukan jemaah di kawasan Jamarat. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap waktu yang telah ditetapkan.

“Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Kami meminta jemaah untuk tidak melakukan lontar pada jam larangan antara pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi serta selalu mengikuti arahan petugas dan bergerak dalam rombongan,” kata Maria di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Pada 12 Zulhijjah, jemaah Indonesia dibagi ke dalam dua sesi pelaksanaan lontar, yaitu pagi hari pukul 05.00–10.30 WAS dan malam hari pukul 18.00–24.00 WAS. Di luar waktu tersebut, jemaah diminta tetap berada di tenda masing-masing untuk menjaga kondisi fisik serta menghindari cuaca panas dan kepadatan di area Jamarat.

Maria juga menjelaskan bahwa jemaah yang mengikuti skema Nafar Awal akan diberangkatkan dari Mina menuju Makkah secara bertahap mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WAS menggunakan bus yang telah disiapkan. Pengaturan ini dilakukan untuk memastikan arus pergerakan tetap lancar dan aman.

“Pergerakan jemaah Nafar Awal kami atur bertahap agar tidak terjadi penumpukan. Kami mengimbau agar jemaah tetap bersama rombongan dan mengikuti jadwal keberangkatan,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran di lapangan, Kemenhaj menurunkan 1.356 petugas Satgas Mina yang ditempatkan di berbagai titik strategis, termasuk jalur menuju Jamarat, area layanan kesehatan, hingga pos pemantauan kepulangan jemaah. Para petugas bertugas mengarahkan arus jemaah serta mencegah kepadatan di titik-titik rawan.

Selain itu, 19 unit mobil golf disiagakan di kawasan Mina sebagai layanan cepat bagi jemaah lansia, disabilitas, maupun mereka yang mengalami kelelahan atau tersesat. Kendaraan ini beroperasi di sekitar jalur utama pergerakan untuk memberikan bantuan langsung di lapangan.

Kemenhaj juga mengaktifkan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat. Tim ini bertugas memberikan pertolongan pertama, membantu evakuasi darurat, serta menangani jemaah yang mengalami kondisi kesehatan mendadak seperti pingsan atau kelelahan berat.

“Seluruh fasilitas ini disiapkan untuk memastikan jemaah, terutama kelompok rentan, mendapatkan perlindungan maksimal selama berada di Mina,” ujar Maria.

Ia menambahkan bahwa jemaah diimbau menjaga kondisi tubuh dengan cukup istirahat, memperbanyak konsumsi air, serta menghindari aktivitas berlebihan di luar tenda. Petugas kloter juga diminta meningkatkan perhatian terhadap jemaah yang membutuhkan bantuan.

“Semangat kebersamaan dan saling membantu menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan lancar,” tutupnya.

Kemenhaj memastikan seluruh dukungan layanan haji terus diperkuat hingga rangkaian Armuzna selesai dilaksanakan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *