Jangan Asal Duduk di Mobil, Posisi Ini Paling Aman untuk Penumpang

Interior Mobil Listrik Esemka Bima di Pameran IIMS 2023 (Arief/Liputan6.com) © 2025 Liputan6.com
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Keselamatan saat berkendara tidak hanya ditentukan oleh kualitas kendaraan, tetapi juga posisi duduk penumpang di dalam mobil. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kursi tengah di baris belakang menjadi posisi yang dianggap paling aman bagi penumpang ketika terjadi kecelakaan lalu lintas.
Posisi tersebut dinilai mampu memberikan perlindungan lebih baik karena letaknya berada paling jauh dari titik benturan di sisi kanan maupun kiri kendaraan. Dengan jarak yang lebih besar dari sisi mobil, penumpang memiliki ruang penyangga tambahan yang membantu mengurangi dampak benturan saat tabrakan terjadi.
Para ahli keselamatan kendaraan menyebut area tengah belakang sebagai zona aman alami atau crush zone yang lebih efektif dibanding kursi lainnya. Saat terjadi tabrakan samping, energi benturan cenderung lebih banyak diserap oleh struktur kendaraan sebelum mencapai penumpang yang duduk di posisi tengah.
Berdasarkan hasil analisis data kecelakaan fatal, penumpang yang duduk di kursi tengah belakang disebut memiliki peluang bertahan hidup hingga 25 persen lebih tinggi dibanding posisi duduk lainnya di dalam mobil.
Pakar keselamatan otomotif Byron Bloch menilai pemilihan mobil dengan standar keselamatan tinggi tetap menjadi faktor utama dalam melindungi penumpang. Menurutnya, posisi duduk aman tidak akan memberikan perlindungan maksimal jika kendaraan tidak memiliki struktur bodi yang kuat.
Karena itu, calon pembeli kendaraan disarankan lebih cermat dalam memperhatikan fitur keselamatan, bukan hanya tergiur desain atau promosi iklan. Beberapa fitur penting yang perlu diperhatikan antara lain side curtain airbag yang mampu melindungi seluruh penumpang hingga baris belakang.
Selain itu, kekuatan sasis dan kualitas kaca kendaraan juga menjadi perhatian penting. Mobil yang menggunakan kaca laminasi pada seluruh jendela dinilai lebih aman karena dapat mengurangi risiko kaca pecah dan mencegah penumpang terlempar keluar saat kecelakaan.
Aspek lain yang juga disoroti adalah kekuatan atap kendaraan. Mobil dengan rasio kekuatan atap terhadap bobot kendaraan di angka 4.0 atau lebih dianggap memiliki perlindungan lebih baik ketika mobil terguling.
Perhatian khusus juga diberikan kepada keselamatan anak-anak saat berada di dalam kendaraan. Tubuh anak yang masih dalam masa pertumbuhan membuat mereka lebih rentan mengalami cedera serius ketika terjadi benturan.
American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar anak berusia di bawah 13 tahun selalu duduk di kursi belakang. Rekomendasi tersebut didasarkan pada berbagai penelitian yang menunjukkan risiko besar penggunaan airbag depan terhadap anak-anak.
Penelitian lain juga menemukan bahwa anak yang duduk di kursi tengah belakang memiliki risiko cedera hingga 43 persen lebih rendah dibanding posisi duduk lainnya di mobil.
Karena itu, para orang tua diimbau untuk tidak menempatkan car seat atau anak kecil di kursi penumpang depan. Risiko cedera akibat pengembangan kantong udara depan dinilai terlalu tinggi dan dapat membahayakan keselamatan anak saat terjadi kecelakaan.
Dengan memahami pentingnya posisi duduk dan fitur keselamatan kendaraan, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan perlindungan diri dan keluarga selama berkendara.



