IHSG Rontok 4,39 Persen dalam 10 Menit, Rupiah Tembus Rp18.137 per Dolar AS

Dilarang keras menyalin, memodifikasi, produksi ulang, menerbitkan ulang, upload ulang, serta mendistribusikan ulang semua konten Business Insight dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis terlebih dahulu dari Kontan. Semua konten dalam Business Insight adalah hak milik Kontan dan dilindungi oleh UU Hak Cipta.
kontan.co.id
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Pasar keuangan Indonesia mengawali pekan dengan tekanan yang cukup berat. Pada perdagangan Senin (8/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung bergerak di zona negatif sejak pembukaan seiring meningkatnya aksi jual di bursa.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG dibuka melemah 108,46 poin atau 1,94 persen ke level 5.486,31. Tekanan jual yang terus berlanjut membuat indeks semakin terpuruk dalam beberapa menit pertama perdagangan.
Sekitar 10 menit setelah pasar dibuka, IHSG tercatat berada di level 5.348,95. Posisi tersebut mencerminkan penurunan sebesar 245,82 poin atau sekitar 4,39 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Bahkan, indeks sempat menyentuh titik terendah harian di level 5.346,91.
Pelemahan tidak hanya terjadi pada sejumlah saham tertentu, tetapi menjalar ke hampir seluruh sektor perdagangan. Mayoritas emiten tercatat mengalami koreksi di tengah meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar.
Tercatat sebanyak 606 saham bergerak turun, sementara hanya 57 saham yang berhasil menguat. Adapun 296 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau bergerak stagnan.
Meski pasar berada dalam tekanan, aktivitas transaksi berlangsung cukup ramai. Hingga pagi hari, nilai transaksi di BEI telah mencapai Rp2,85 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,77 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat mencapai sekitar 279 ribu kali.
Tekanan juga terlihat di pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi ini.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah diperdagangkan di level Rp18.137 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 101,5 poin atau sekitar 0,56 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan negatif yang terjadi secara bersamaan di pasar saham dan pasar valuta asing mencerminkan tingginya tekanan yang tengah dihadapi aset-aset keuangan domestik pada awal pekan ini.
Sumber:Â RMOL



