Jerman Bangun Fregat Siluman F128, Saab Siapkan Sistem Tempur dan Radar Modern

fregat kelas Formidable milik Angkatan Laut Republik Singapura, RSS Formidable dalam uji coba baru-baru ini di Pantai Toulon, Perancis.
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Perusahaan pertahanan asal Swedia, Saab, mengamankan kontrak senilai sekitar 8,7 miliar Krona Swedia atau sekitar Rp13,1 triliun untuk mendukung pembangunan fregat generasi terbaru F128 milik Angkatan Laut Jerman (Deutsche Marine).
Saab menandatangani kontrak tersebut bersama ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) pada 16 Juli 2026. Melalui kerja sama ini, Saab akan memasok sekaligus mengintegrasikan berbagai sistem tempur dan sensor canggih pada empat fregat F128.
F128 Dibekali Radar dan Sistem Tempur Modern
Saab akan memasang 9LV Combat Management System (CMS) sebagai pusat kendali tempur kapal. Perusahaan juga menyuplai radar Sea Giraffe 4A Fixed Face, Sea Giraffe 1X, struktur komposit, serta berbagai sensor pendukung lainnya.
Seluruh sistem tersebut akan meningkatkan kemampuan awak kapal dalam mendeteksi ancaman, memantau situasi di medan operasi, dan mengambil keputusan tempur dengan lebih cepat.
Saab menjadwalkan proses pengiriman dan integrasi seluruh perangkat ke galangan TKMS mulai 2029 hingga 2032.
F128 Jadi Fregat Tercanggih Jerman
Fregat F128 merupakan varian terbaru dari keluarga kapal perang MEKO A-200 DEU yang di kembangkan TKMS. Desain kapal mengutamakan teknologi siluman (stealth) untuk mengurangi jejak radar, panas, dan suara sehingga lebih sulit di deteksi lawan.
Selain mengusung teknologi siluman, F128 juga membawa berbagai sistem persenjataan modern untuk menghadapi beragam ancaman di laut.
Siap Hadapi Ancaman Udara, Laut, dan Kapal Selam
Angkatan Laut Jerman akan membekali F128 dengan Vertical Launch System (VLS) yang mampu meluncurkan rudal pertahanan udara jarak menengah hingga jarak jauh. Kapal ini juga membawa meriam utama berkaliber besar di bagian haluan.
Untuk menghadapi ancaman di permukaan laut, F128 mengandalkan rudal antikapal generasi terbaru. Sementara itu, torpedo antikapal selam memperkuat kemampuan peperangan bawah laut.
Jerman juga melengkapi fregat tersebut dengan Close-In Weapon System (CIWS). Sistem ini berfungsi menghancurkan rudal antikapal yang terbang rendah sebelum mencapai sasaran.
Kombinasi teknologi tempur, radar modern, dan desain siluman menjadikan F128 sebagai salah satu proyek fregat paling canggih yang tengah di kembangkan Angkatan Laut Jerman untuk memperkuat kemampuan operasionalnya di berbagai kawasan strategis.



