Gabah Petani Makin Mahal,Bulog Sungai Penuh Hadapi Persaingan Dalam Pembelian

Gabah Petani Makin Mahal,Bulog Sungai Penuh Hadapi Persaingan Dalam Pembelian

Petani di Sukoharjo,Jawa Tengah,Foto english.news.cn

INDOSBERITA.ID.SUNGAI PENUH – Perum Bulog Cabang Sungai Penuh-Kerinci menghadapi tantangan dalam menyerap gabah petani di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kenaikan harga gabah selama musim kemarau membuat sebagian petani memilih menjual hasil panen kepada pembeli yang menawarkan harga lebih tinggi.

Kepala Perum Bulog Cabang Sungai Penuh-Kerinci, Fahmi Hafiza Siregar, mengatakan harga gabah di tingkat petani saat ini berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Sekarang harga gabah di tingkat petani sudah di atas Rp6.500 per kilogram atau berada di atas harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Fahmi.

Menurut Fahmi, kondisi tersebut memberi petani lebih banyak pilihan dalam menentukan pembeli. Petani tentu mempertimbangkan harga jual yang paling menguntungkan dari hasil panennya.

Fahmi menegaskan Bulog tidak memaksa petani untuk menjual gabah kepada perusahaan tersebut. Bulog tetap membuka peluang pembelian dengan mengikuti ketentuan harga yang berlaku.

“Bulog tetap berupaya menyerap gabah petani sesuai dengan ketentuan harga yang ada,” ujarnya.

Pantau Pergerakan Harga

Di tengah kenaikan harga gabah, Bulog Sungai Penuh-Kerinci terus memantau perkembangan harga di tingkat petani. Pemantauan tersebut membantu Bulog melihat kondisi pasar sekaligus menjaga penyerapan gabah di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.

Bulog berharap harga gabah tetap memberi keuntungan bagi petani. Pada saat yang sama, Bulog juga mendorong ketersediaan bahan pangan tetap terjaga.

Kondisi harga gabah yang tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi Bulog dalam menjalankan penyerapan hasil panen. Namun, Bulog tetap berupaya menjaga komunikasi dengan petani dan mengikuti dinamika harga di lapangan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *