AHY Soroti Ego Sektoral, Singgung Perebutan Anggaran di Kementerian

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ditemui di Senayan, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).(KOMPAS.com/Tria Sutrisna)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti masih adanya ego sektoral di lingkungan kementerian yang dinilai menghambat efektivitas pemerintahan. Ia menyebut sejumlah kementerian masih cenderung merasa paling penting hingga terjadi persaingan dalam pengalokasian anggaran.
Hal itu disampaikan AHY saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Nasional Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) di Senayan, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).Dikutip dari Tribunmedan
“Sekarang terlalu sering, termasuk di birokrasi antarkementerian dan lembaga itu seperti ada sekat-sekat, seperti ada barriers, ego. Paling sering itu ego. Enggak ada yang salah, tapi ‘pokoknya gue dulu, gue lebih penting, gue harus lebih banyak anggarannya’. Padahal tujuannya sama,” ujar AHY, dikutip dari YouTube Ikastara.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa koordinasi lintas kementerian masih belum berjalan optimal. Tidak hanya di level pusat, kata AHY, tantangan serupa juga terjadi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga komunitas.
Ia menilai lemahnya kolaborasi tersebut berdampak pada hasil pembangunan yang kurang terintegrasi. Salah satu contoh yang ia soroti adalah pembangunan infrastruktur di masa lalu yang tidak saling terhubung akibat kurangnya koordinasi antarinstansi.
“Bisa saja kita membangun bandara besar, tetapi kalau akses jalan menuju ke sana tidak memadai, maka bandara itu menjadi tidak optimal,” katanya.
AHY juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk isu ketahanan pangan yang dipengaruhi faktor iklim seperti El Nino. Ia menyebut koordinasi dengan lembaga seperti BMKG menjadi hal yang sangat penting dalam pengambilan kebijakan.
Ia berharap ke depan kolaborasi antar kementerian dan lembaga dapat diperkuat agar pembangunan berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.



