Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan pertumbuhan tersebut sejalan dengan penguatan program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang kini telah mencapai 88,36 persen.
“Secara tren, jumlah rekening pelajar juga terus menunjukkan peningkatan, yakni tumbuh 1,25 persen secara tahunan,” ujar Dicky dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.
Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah rekening menunjukkan semakin luasnya akses pelajar terhadap layanan keuangan formal. Meski demikian, OJK mencatat adanya fluktuasi pada nominal simpanan, yang dianggap wajar mengingat karakteristik tabungan pelajar yang cenderung dinamis.
Menurutnya, kontribusi tabungan pelajar terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan masih relatif kecil. Namun, keberadaan tabungan ini dinilai strategis dalam membangun basis nasabah jangka panjang serta menumbuhkan kebiasaan menabung sejak usia dini.
“OJK optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir 2026, didukung penguatan Program Kejar dan peningkatan literasi keuangan,” kata Dicky.Dikutip dari Antara
Program Kejar sendiri merupakan inisiatif OJK yang diluncurkan pada 2020 sebagai bagian dari gerakan Hari Indonesia Menabung. Program ini bertujuan mendorong setiap pelajar di Indonesia memiliki rekening tabungan serta memahami pengelolaan keuangan sejak dini.
Ke depan, OJK akan memperkuat program ini melalui perluasan akses, peningkatan aktivitas penggunaan rekening, serta edukasi keuangan yang lebih masif di lingkungan pelajar.