Wabah Ebola Meluas,10 Negara Afrika Masuk Daftar Risiko

WABAH EBOLA – Petugas medis mengenakan alat pelindung diri lengkap sebelum memasuki zona isolasi Ebola di Kongo. Kemenkes RI mengingatkan masyarakat agar memahami gejala serta cara penularan Ebola guna mencegah kepanikan dan penyebaran informasi yang salah.
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) mengeluarkan peringatan kepada sedikitnya 10 negara di benua Afrika terkait potensi penyebaran wabah Ebola, menyusul meningkatnya kasus di Republik Demokratik Kongo (DR Kongo). Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan tingkat kewaspadaan menjadi “sangat tinggi”.
Kepala Africa CDC, Jean Kaseya, menyebut negara yang masuk dalam kategori berisiko meliputi Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia. Hampir seluruhnya berbatasan langsung dengan wilayah terdampak di DR Kongo maupun Uganda.
“Negara-negara ini memiliki risiko tinggi karena kedekatan geografis dan mobilitas lintas batas,” ujar Kaseya.
Seiring meningkatnya ancaman penyebaran, Africa CDC bersama WHO mengajukan pendanaan lebih dari 314 juta dolar AS untuk memperkuat respons penanganan wabah. Dana tersebut akan difokuskan pada pengobatan, pengawasan, serta upaya pencegahan di DR Kongo dan Uganda, sementara sekitar 54 juta dolar AS dialokasikan untuk negara-negara berisiko tinggi lainnya.
Langkah tanggap darurat juga mencakup pembentukan sistem manajemen insiden nasional, koordinasi lintas negara, percepatan riset vaksin untuk strain Bundibugyo, serta penempatan tim medis tambahan dan stok darurat.
Wabah Ebola kembali mengalami peningkatan signifikan sejak diumumkan pada 15 Mei di Provinsi Ituri, DR Kongo. Penyebaran kemudian meluas ke wilayah Kivu Utara dan Kivu Selatan.
Data WHO mencatat sekitar 750 kasus suspek dengan 177 kematian yang masih dalam penyelidikan. Sementara itu, 82 kasus dan tujuh kematian telah terkonfirmasi di DR Kongo.
Di Uganda, Kementerian Kesehatan melaporkan tambahan tiga kasus baru, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi lima.
Sebagai langkah pengendalian, pemerintah DR Kongo telah membatasi berbagai aktivitas sosial di wilayah terdampak, termasuk pelarangan kerumunan besar di beberapa zona kesehatan. Pembatasan juga diberlakukan pada kegiatan olahraga dan pertemuan publik.
WHO menilai situasi saat ini membutuhkan kewaspadaan tinggi, sementara negara-negara tetangga mulai memperketat pengawasan perbatasan dan membatasi perjalanan dari wilayah terdampak guna mencegah penyebaran lebih luas.
Sumber: Anadolu



