Viral Prajurit TNI AL Hadir di Acara Thailand, Mabes TNI Lakukan Penelusuran

Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Markas Besar TNI merespons video viral yang memperlihatkan seorang prajurit TNI Angkatan Laut (AL) menghadiri sebuah acara di Thailand. Acara tersebut disebut-sebut sebagai kontes kecantikan transgender.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan pihaknya akan mengevaluasi persoalan tersebut jika menemukan pelanggaran dalam penugasan prajurit.
“Pada prinsipnya, setiap penugasan personel TNI memiliki dasar dan mekanisme serta ketentuan yang berlaku. Apabila ada hal yang di luar itu tentu akan dievaluasi,” kata Muhammad Nas kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Nas menyampaikan pernyataan itu saat menanggapi video yang beredar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan seorang pria yang di duga prajurit TNI AL mengenakan seragam dinas di sebuah acara.
TNI Telusuri Identitas Prajurit
Mabes TNI kini menelusuri identitas prajurit dalam video tersebut. TNI juga mengecek status penugasan yang bersangkutan saat menghadiri acara di Thailand.
Nas belum mengungkapkan perkembangan penelusuran tersebut. Ia mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi untuk memastikan identitas dan tugas prajurit yang muncul dalam video.
“Masih kami telusuri,” ujar Nas.
Video Tunjukkan Prajurit TNI AL Naik ke Panggung
Video yang beredar di sejumlah akun Instagram memperlihatkan seorang pria mengenakan pakaian biru yang di duga seragam TNI AL. Pria tersebut juga terlihat mengenakan tali kur pada bagian pundak kanannya.
Dalam rekaman itu, pria tersebut menuntun seorang pria lain menaiki tangga menuju panggung. Pria yang ia tuntun mengenakan jas hitam dengan kain pada bagian bawah.
Sejumlah akun media sosial menyebut acara tersebut sebagai kontes kecantikan transgender yang berlangsung di Thailand.
Akun pengunggah juga menyebut pria yang mengenakan jas hitam itu sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Arya Wedakarna.
TNI hingga kini masih melakukan penelusuran untuk memastikan identitas prajurit serta konteks kehadirannya dalam acara tersebut. Hasil penelusuran nantinya akan menjadi dasar bagi TNI untuk menentukan langkah selanjutnya.



