Thamrin Memanas! Demonstran Bertahan di Tengah Barikade Aparat

Demo Mahasiswa hingga Ojol Berlanjut Malam, Massa Tolak Bubar Sebelum Pemerintah Akui Kesalahan
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Aksi unjuk rasa yang melibatkan mahasiswa, masyarakat sipil, hingga pengemudi ojek online (ojol) masih berlangsung di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) petang. Meski hari mulai gelap, semangat para peserta aksi tidak surut.
Ribuan demonstran tetap bertahan di sekitar lokasi aksi sambil menghadapi barikade aparat keamanan yang berjaga di sejumlah titik. Hingga pukul 18.27 WIB, massa masih memenuhi ruas jalan dengan berbagai atribut perjuangan, mulai dari bendera kampus hingga poster-poster berisi kritik terhadap kondisi sosial dan ekonomi nasional.
Suasana aksi terus diwarnai nyanyian lagu perjuangan serta yel-yel yang bergema di tengah kerumunan. Secara bergantian, peserta menyanyikan lagu Buruh Tani sembari mengangkat tangan dan mengepalkan tinju sebagai simbol perlawanan.
Beberapa kali terdengar teriakan “Revolusi” yang disambut serempak oleh massa. Seruan tersebut menjadi ekspresi kekecewaan terhadap situasi ekonomi yang dinilai semakin berat dirasakan masyarakat.
“Revolusi! Revolusi! Revolusi!” teriak peserta aksi secara bersama-sama.
Di atas mobil komando, para orator terus menyampaikan tuntutan mereka. Salah seorang koordinator aksi menegaskan demonstrasi akan terus berlangsung hingga pemerintah memberikan respons terhadap berbagai persoalan yang disuarakan.
“Kita tidak akan bubar sebelum pemerintah mengakui persoalan yang sedang dihadapi rakyat,” ujar orator yang langsung mendapat dukungan dari peserta aksi.
Aksi tersebut merupakan hasil konsolidasi sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang sebelumnya digelar di Universitas Indonesia (UI), Depok. Berbagai elemen yang terlibat menyatakan demonstrasi ini lahir dari keresahan terhadap kondisi ekonomi yang dinilai semakin menekan kehidupan masyarakat.
Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN), Symphati Dimas, mengatakan Indonesia memiliki potensi sumber daya yang besar. Namun, menurutnya, kondisi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, aksi diikuti oleh berbagai organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah fakultas di UI, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta, UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), hingga Front Mahasiswa Nasional.
Dalam pernyataan sikap yang disampaikan kepada publik, massa aksi menyoroti berbagai isu yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Selain persoalan ekonomi, mereka juga mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap belum berpihak kepada kepentingan rakyat.
Para demonstran turut menyinggung pentingnya menjaga ruang demokrasi, termasuk kebebasan masyarakat dalam menyampaikan kritik dan pendapat di ruang publik. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap berbagai aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut.



