Tangkap Ikan Sambil Galang Dana Masjid, Cara Unik Warga Tanjung Genting Rayakan HUT RI

Tangkap Ikan Sambil Galang Dana Masjid, Cara Unik Warga Tanjung Genting Rayakan HUT RI

Lubuk Larangan warga ramai menangkap ikan

INDOSBERITA.ID.KERINCI — Warga Desa Tanjung Genting Hilir, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Jambi, punya cara unik untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia. Pemerintah desa mengajak masyarakat menangkap ikan bersama di lubuk larangan, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut langsung mengundang antusiasme warga. Anak-anak hingga orang dewasa turun ke sungai sambil membawa berbagai alat tradisional untuk menangkap ikan. Mereka menyusuri aliran sungai dan mencari ikan di antara bebatuan.

Warga Ramai-Ramai Turun ke Sungai

Suasana meriah terlihat sepanjang kegiatan. Warga saling bercanda, membantu satu sama lain, dan berbagi kegembiraan ketika berhasil mendapatkan ikan.

Kepala Desa Tanjung Genting Hilir, Jendri Tonga, mengatakan masyarakat menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Menurutnya, kegiatan menangkap ikan bersama juga menjadi kesempatan bagi warga untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi.

“Antusias masyarakat sangat tinggi. Kegiatan ini menjadi momen untuk berkumpul dan mempererat kebersamaan warga,” kata Jendri.

Bayar Rp20 Ribu, Ikan Boleh Dibawa Pulang

Pemerintah desa menetapkan biaya Rp20 ribu per orang bagi warga Desa Tanjung Genting Hilir. Sementara peserta dari luar desa membayar Rp25 ribu per orang.

Peserta juga boleh membawa pulang ikan yang mereka tangkap. Kebijakan tersebut membuat kegiatan semakin menarik karena warga bisa menikmati hasil tangkapan bersama keluarga.

Tangkap Ikan Sekaligus Galang Dana Masjid

Di balik kemeriahan kegiatan, pemerintah desa juga membawa misi sosial. Jendri menjelaskan, pihaknya memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menggalang dana pembangunan masjid di Desa Tanjung Genting Hilir.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT RI, tetapi juga untuk menggalang dana pembangunan masjid. Kami ingin masyarakat bisa bergembira sekaligus ikut berkontribusi untuk pembangunan desa,” ujar Jendri.

Menurut Jendri, konsep tersebut memberikan manfaat ganda. Warga mendapat ruang untuk bersilaturahmi dan menikmati hiburan, sementara kegiatan juga membantu mendukung pembangunan fasilitas keagamaan di desa.

Jaga Semangat Gotong Royong

Jendri berharap kegiatan bersama seperti ini terus menjaga kekompakan masyarakat. Ia juga mengajak warga mempertahankan budaya gotong royong dalam mendukung berbagai program pembangunan desa.

Kegiatan menangkap ikan di lubuk larangan akhirnya menghadirkan lebih dari sekadar kemeriahan HUT ke-81 RI. Warga pulang membawa hasil tangkapan sekaligus semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pembangunan desa.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *