Padi Tak Tumbuh, Rumput Malah Subur,Lahan Persawahan Warga Sungai Penuh Kekeringan

Warga Kota Sungai Penuh Keluhkan lahan Persawahan Kekeringan.
INDOSBERITA.ID.SUNGAI PENUH – Kemarau panjang mulai mengganggu aktivitas petani di Desa Koto Tuo, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh. Tanpa dukungan jaringan irigasi, warga mengandalkan hujan untuk memenuhi kebutuhan air di lahan persawahan mereka.
Kondisi tersebut berlangsung hampir enam bulan. Salah seorang petani, Kamal Wathon, mengungkapkan lahan sawah miliknya seluas sekitar setengah hektare kini mengalami kekeringan.
“Lahan ini memang sawah tadah hujan. Tidak ada irigasi. Kalau musim kemarau, sawah kekeringan. Saat musim hujan, malah sering kebanjiran,” kata Kamal.Kamis 20 Agustus 2026.
Kekurangan air membuat tanaman padi kesulitan tumbuh. Rumput liar bahkan mulai memenuhi sejumlah bagian lahan. Kamal pun harus turun langsung membersihkan rumput dengan mencangkul agar kondisi sawah tetap terawat.
Bagi Kamal dan petani lainnya, persoalan air tidak hanya muncul ketika kemarau. Pola cuaca yang berubah membuat mereka menghadapi dua persoalan sekaligus. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, air justru menggenangi sawah. Sebaliknya, ketika kemarau berlangsung panjang, sumber air menghilang.
Kondisi itu juga menyulitkan petani menentukan waktu tanam. Mereka harus menyesuaikan kegiatan pertanian dengan kondisi cuaca karena belum memiliki sumber air alternatif untuk mengairi sawah.
Kamal berharap pemerintah memberi perhatian terhadap persoalan pengairan di kawasan tersebut. Pembangunan jaringan irigasi atau penyediaan sumber air alternatif, menurutnya, dapat membantu petani menjaga produktivitas sawah sepanjang tahun.
“Kalau ada irigasi, kami tentu lebih mudah mengatur waktu tanam dan merawat tanaman,” ujarnya.
Petani berharap solusi pengairan segera hadir agar lahan persawahan di Desa Koto Tuo kembali produktif. Mereka juga ingin mengurangi risiko kerugian akibat kekeringan saat kemarau sekaligus menghadapi genangan air ketika musim penghujan.



