Apalagi saat ini bantuan logistik dari Pemerintah Provinsi Jambi sudah tidak tersedia lagi. Kondisi tersebut membuat BPBD Kota Sungai Penuh harus mengandalkan kemampuan daerah untuk memenuhi kebutuhan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sungai Penuh, Gustiarman mengatakan, stok logistik untuk tahun 2026 seharusnya sudah tersedia di gudang BPBD. Mengingat Kota Sungai Penuh merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor hingga kebakaran.
Menurutnya, sejumlah logistik yang masih tersedia saat ini di antaranya minyak goreng, terpal, mie instan, air mineral dan kebutuhan lainnya. Namun sebagian besar bahan makanan tersebut dalam waktu dekat akan memasuki masa kedaluwarsa.
“Kita berharap pengadaan logistik tahun 2026 segera direalisasikan, karena stok yang ada saat ini merupakan sisa tahun lalu dan sebagian masa berlakunya akan segera habis. Sementara Kota Sungai Penuh cukup rawan bencana, sehingga kebutuhan logistik harus selalu siap,” ujar Gustiarman.Rabu 20 Mei 2026
Di samping itu, anggaran pengadaan logistik kebencanaan juga dinilai perlu ditambah dibanding tahun 2025 lalu. Sebab, kondisi ini dapat menyulitkan dinas terkait apabila terjadi peningkatan bencana sementara persediaan logistik di gudang sudah habis.