Pesona Rafflesia Arnoldii di Agam Tarik Puluhan Turis Mancanegara

Pesona Rafflesia Arnoldii di Agam Tarik Puluhan Turis Mancanegara

Wisatawan mancanegara sedang berada di bunga rafflesia Arnoldii mekar di kawasan hutan Palupuh Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Jumat (8/5/2026). ANTARA/Dokumentasi Pribadi/aa.

INDOSBERITA.ID.AGAM – Fenomena langka kembali terjadi di kawasan hutan Palupuh. Dua bunga Rafflesia arnoldii mekar sempurna secara bersamaan dan menjadi magnet bagi wisatawan lokal hingga mancanegara yang ingin menyaksikan langsung pesona bunga terbesar di dunia tersebut.

Pegiat wisata Palupuh, Joni Hartono, mengatakan kedua bunga langka itu mekar dalam fase berbeda. Satu bunga telah memasuki hari ketujuh mekar, sementara satu lainnya berada di hari ketiga.

“Bunga yang memasuki hari ketujuh warnanya mulai menghitam dan diperkirakan akan layu beberapa hari lagi,” ujarnya di Lubuk Basung, Sabtu.

Kedua bunga tersebut tumbuh di kawasan hutan dengan jarak sekitar 50 meter. Kondisi ini membuat para pengunjung dapat melihat dua rafflesia mekar dalam satu jalur perjalanan wisata alam.

Keunikan fenomena ini menarik perhatian wisatawan asing. Sedikitnya 40 wisatawan mancanegara dari berbagai negara seperti Belanda dan Prancis datang langsung ke Palupuh untuk menyaksikan mekarnya bunga langka tersebut.

Menurut Joni, potensi kemunculan rafflesia di kawasan itu masih cukup besar. Saat ini masih terdapat sejumlah knop atau bonggol bunga yang diperkirakan akan mekar dalam beberapa minggu ke depan.

“Sejak Januari hingga 9 Mei 2026 sudah ada enam bunga rafflesia yang mekar di kawasan ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat, Ade Putra, menjelaskan bahwa kawasan Palupuh memang dikenal sebagai habitat alami berbagai flora langka seperti rafflesia, rhizanthes, dan bunga bangkai.

Ia menyebut bunga rafflesia hampir setiap tahun mekar sempurna di kawasan tersebut, sehingga Palupuh menjadi salah satu lokasi terbaik untuk wisata edukasi flora langka di Sumatera Barat.

Di Kecamatan Palupuh sendiri terdapat Cagar Alam Batang Palupuh dengan luas sekitar 3,4 hektare. Kawasan konservasi ini dikenal sebagai habitat penting rafflesia arnoldii yang pertama kali ditemukan pada tahun 1930.

Sejak penemuan tersebut, pemerintah kolonial Belanda kemudian menetapkan kawasan itu sebagai cagar alam melalui Gubernur Besluit No 3 STBL No 402 tertanggal 14 November 1930.

Mekarnya dua rafflesia sekaligus ini tidak hanya menjadi fenomena alam yang langka, tetapi juga memperkuat posisi Palupuh sebagai destinasi wisata konservasi unggulan di Sumatera Barat.

Sumber:Antara

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *