KOMPAS 2026 Resmi Ditutup, Kemenag Sungai Penuh Cetak Calon Bibit Juara

KOMPAS 2026 Resmi Ditutup, Kemenag Sungai Penuh Cetak Calon Bibit Juara

Kegiatan Kompas di Ponpes Arafah Sungai Penuh

INDOSBERITA.ID.SUNGAI PENUH – Kompetisi Olahraga dan Seni (KOMPAS) Tahun 2026 resmi berakhir. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Sungai Penuh, H. Hardiman, S.Ag., M.M., menutup langsung rangkaian kompetisi di Pondok Pesantren Arafah Kota Sungai Penuh, Jumat (4/9/2026).

Penutupan KOMPAS 2026 berlangsung meriah. Sejumlah pejabat Kankemenag, kepala madrasah, guru pendamping, panitia, serta peserta turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ajang ini mempertemukan siswa dari berbagai madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kota Sungai Penuh. Para peserta menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti berbagai cabang olahraga dan seni.

Hardiman Beri Apresiasi kepada Para Peserta

Dalam sambutannya, H. Hardiman memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti KOMPAS 2026 dengan penuh semangat.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa yang berhasil meraih juara dalam berbagai cabang kompetisi.

“Selamat kepada para pemenang. Semoga prestasi yang diraih pada kegiatan ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan berkembang, sehingga nantinya mampu melahirkan juara pada tingkat selanjutnya,” ujar Hardiman.

Menurut Hardiman, prestasi siswa tidak hanya terlihat dari keberhasilan meraih juara. Keberanian tampil, disiplin, sportivitas, kerja sama, dan semangat untuk terus belajar juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan generasi muda.

KOMPAS 2026 Jadi Panggung Bakat Siswa Madrasah

KOMPAS 2026 memberikan ruang bagi siswa madrasah untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga dan seni.

Melalui cabang olahraga, siswa dapat mengasah kemampuan fisik sekaligus membangun sportivitas dan kerja sama. Sementara itu, cabang seni menjadi wadah bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas dan meningkatkan kepercayaan diri.

Hardiman berharap semangat pembinaan tersebut terus berlanjut di masing-masing madrasah. Ia ingin para siswa tidak berhenti berprestasi setelah kompetisi berakhir, tetapi terus berlatih untuk menghadapi ajang yang lebih tinggi.

Kemenag Apresiasi Guru, Panitia dan Juri

Selain memberikan penghargaan kepada para siswa, Hardiman juga mengapresiasi kerja keras guru pendamping, kepala madrasah, panitia, juri, serta seluruh pihak yang ikut menyukseskan KOMPAS 2026.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak memiliki peran penting dalam menciptakan kompetisi yang sehat, sportif, dan mampu memberikan pengalaman positif bagi para peserta.

KOMPAS juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarmadrasah di Kota Sungai Penuh. Para siswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mendapatkan kesempatan membangun pertemanan dan kebersamaan.

Para Juara KOMPAS 2026 Terima Piagam

Setelah prosesi penutupan, panitia mengumumkan para pemenang dari berbagai cabang olahraga dan seni yang diperlombakan.

Para juara kemudian menerima piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kemampuan yang mereka tunjukkan selama kompetisi.

Penghargaan tersebut diharapkan semakin memotivasi para siswa untuk mempertahankan prestasi sekaligus meningkatkan kemampuan mereka menghadapi kompetisi berikutnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *