Atasi Siswa Bolos,Siswa SMPN 13 Kerinci Bikin Kartu Presensi yang Bisa Dipantau Orang Tua
oleh Asep Sanjaya ·

SMPN 13 Kerinci Ciptakan Kartu Presensi Pintar
INDOSBERITA.ID.KERINCI – SMP Negeri 13 Kerinci menghadirkan inovasi baru untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Sekolah tersebut mengembangkan kartu presensi digital yang dapat membantu orang tua dan pihak sekolah memantau kehadiran siswa.
Inovasi ini lahir dari pembelajaran coding dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Guru coding SMP Negeri 13 Kerinci lebih dulu mencetuskan ide setelah melihat masih ada siswa yang bolos atau jarang masuk sekolah.
Menariknya, para siswa tidak hanya menjadi pengguna. Mereka ikut merakit alat presensi tersebut dengan bimbingan guru.
“Idenya dari guru, kemudian pembuatan atau perakitan alat tersebut dilaksanakan oleh para murid,” ujar Kepala SMP Negeri 13 Kerinci, Liza Azoni, M.Pd.
Setelah melalui uji coba, alat tersebut menunjukkan hasil yang cukup baik. Sistem dapat mengirim data kehadiran ke gadget orang tua dan pihak sekolah.
Kartu Presensi Sekaligus Identitas Siswa
Sekolah mengemas perangkat presensi dalam bentuk kartu. Kartu tersebut juga berfungsi sebagai identitas siswa sehingga penggunaannya lebih praktis.
Untuk membuat perangkat tersebut, sekolah mengeluarkan biaya bahan sekitar Rp300 ribu lebih. Selain itu, sekolah perlu menyediakan kartu bagi setiap siswa dengan harga sekitar Rp5 ribu per kartu.
“Untuk bahan-bahan perakitannya sekitar Rp300 ribu lebih. Tetapi yang cukup banyak menghabiskan biaya adalah pembelian kartunya, sekitar Rp5 ribu per kartu, dikalikan dengan jumlah murid yang ada di sekolah,” jelas Liza.
Saat ini, SMP Negeri 13 Kerinci sudah menyampaikan inovasi tersebut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci. Pihak sekolah tinggal menunggu peluncuran resmi dari Pemerintah Kabupaten Kerinci.
Liza berharap inovasi tersebut dapat membantu sekolah mengatasi masalah kehadiran siswa. Selain itu, ia ingin karya guru dan siswa SMP Negeri 13 Kerinci menjadi inspirasi bagi sekolah lain.
“Harapannya inovasi ini bisa membantu meningkatkan kedisiplinan siswa dan menjadi contoh bagi sekolah lainnya,” kata Liza.
Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran coding tidak hanya menghasilkan kemampuan teori. Dari ruang kelas, siswa SMP Negeri 13 Kerinci mampu ikut menciptakan teknologi yang memiliki manfaat langsung bagi sekolah dan orang tua.



