Indef: Tiga Sektor Topang Ekonomi Saat Ramadan

Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Tanjung, Jalan Samanhudi, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur. (Beritasatu.com/Hisyam Nugroho)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Ekonom yang juga Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai terdapat tiga sektor utama yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
Dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026), Esther menyebut sektor pangan, transportasi, dan logistik akan menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi pada periode tersebut. Menurutnya, Ramadan dan Idulfitri selalu identik dengan peningkatan konsumsi dan mobilitas masyarakat yang lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa.
Ia menjelaskan, sektor pangan biasanya mengalami lonjakan permintaan seiring meningkatnya kebutuhan bahan pokok dan konsumsi rumah tangga. Kondisi ini dinilai dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perputaran ekonomi.
Di sisi lain, sektor transportasi juga diperkirakan tumbuh sejalan dengan tradisi mudik Lebaran. Peningkatan pergerakan masyarakat antarwilayah tidak hanya berdampak pada penjualan tiket dan jasa angkutan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah tujuan.
Sementara itu, sektor logistik berperan penting dalam memastikan distribusi barang berjalan lancar. Ketika permintaan pasar meningkat, kebutuhan pengiriman dan distribusi turut melonjak sehingga memperkuat peran logistik sebagai penghubung antara produsen dan konsumen.
Esther menilai ketiga sektor tersebut layak mendapat perhatian dan dukungan kebijakan agar dampaknya terhadap ekonomi nasional semakin optimal. Menurutnya, penguatan sektor pangan, transportasi, dan logistik dapat membuat efek Ramadan dan Idulfitri tidak sekadar bersifat musiman, tetapi benar-benar memberi dorongan nyata bagi pertumbuhan ekonomi.




