Enam Kali Kebakaran Lahan Terjadi di Kerinci, Warga Diminta Waspada di Musim Kemarau

Enam Kali Kebakaran Lahan Terjadi di Kerinci, Warga Diminta Waspada di Musim Kemarau

Foto Ilustrasi

INDOSBERITA.ID, KERINCI – Musim kemarau mulai memicu ancaman kebakaran lahan di Kabupaten Kerinci, Jambi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kerinci mencatat enam kejadian kebakaran lahan yang tersebar di enam kecamatan.

Kebakaran tersebut melanda sejumlah jenis lahan, mulai dari persawahan di kawasan rawa, perkebunan milik warga, hingga area yang ditumbuhi bambu. Meski terjadi di enam kecamatan berbeda, seluruh kejadian itu bukan termasuk kebakaran hutan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kerinci, Awang Sujadi, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi lahan yang mengering dapat memperbesar risiko kebakaran, terutama jika warga menggunakan api untuk membersihkan lahan.

“Selama musim kemarau, masyarakat perlu lebih berhati-hati saat mengelola lahan. Kami mengimbau warga agar tidak membuka atau membersihkan kebun dengan cara membakar karena api bisa menjalar dan memicu kebakaran yang lebih luas,” ujar Awang.Jumat 16 Oktober 2026.

Api Kecil Bisa Picu Kebakaran Lebih Luas

Kebiasaan membakar sisa tanaman atau semak saat membersihkan lahan berpotensi menimbulkan masalah ketika warga tidak mampu mengendalikan api. Kondisi vegetasi yang kering juga dapat mempercepat penyebaran api ke area di sekitarnya.

Awang meminta masyarakat tidak menganggap remeh penggunaan api di lahan pertanian maupun perkebunan. Selain mengancam lingkungan, kebakaran juga dapat merusak lahan dan menimbulkan kerugian bagi pemiliknya.

“Jangan sampai niat membersihkan lahan justru menimbulkan kebakaran yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Sebaiknya masyarakat menggunakan cara yang lebih aman tanpa membakar vegetasi atau sisa tanaman,” katanya.

BPBD Minta Warga Cepat Melapor

Selain menghindari pembakaran lahan, BPBD Kerinci meminta warga segera melaporkan setiap kemunculan titik api kepada petugas.

Laporan sejak dini dapat membantu petugas mempercepat penanganan sebelum api menjalar ke perkebunan, persawahan, atau kawasan lain di sekitarnya.

“Kami mengajak masyarakat untuk segera melapor jika melihat kebakaran lahan. Jangan menunggu api membesar, karena penanganan sejak awal sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas,” tegas Awang.

BPBD Kerinci berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan dengan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kewaspadaan warga menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko kebakaran lahan selama musim kemarau.

Dengan enam kejadian kebakaran yang tercatat di enam kecamatan, masyarakat perlu meningkatkan kehati-hatian saat beraktivitas di lahan kering. BPBD juga mengingatkan warga agar mengutamakan pencegahan demi melindungi lingkungan dan menghindari kerugian akibat kebakaran.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *