Diduga Halusinasi Sabu, Ayah di Tulang Bawang Barat Tikam Anak Kandung Sendiri

Diduga Halusinasi Sabu, Ayah di Tulang Bawang Barat Tikam Anak Kandung Sendiri

Halusinasi Sabu,Photo Istiwewa

INDOSBERITA.ID.LAMPUNG – Peristiwa menggemparkan terjadi di Desa Cahyo Randu, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat, setelah seorang ayah berinisial RY nekat menyerang anak kandungnya sendiri yang masih berusia 10 tahun.

Korban berinisial RM mengalami luka serius setelah ditikam sebanyak lima kali di bagian punggung, dada, dan perut. Meski demikian, korban berhasil selamat setelah mendapatkan penanganan medis cepat dari petugas kesehatan.

Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (29/4/2026) sore dan sempat membuat warga sekitar panik. Berdasarkan keterangan awal, pelaku diduga berada dalam kondisi tidak stabil setelah mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.

Dalam kondisi diduga mengalami halusinasi, pelaku pulang ke rumah dan melihat anaknya yang sedang menonton televisi sebagai sosok lain. Tanpa kendali, ia kemudian mengambil pisau dan menyerang korban secara tiba-tiba sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.

Warga yang mengetahui insiden tersebut segera mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Tindakan cepat tersebut menyelamatkan nyawa korban meski harus menjalani perawatan intensif akibat luka yang diderita.

Aparat kepolisian dari Satreskrim Polres Tulang Bawang Barat bergerak cepat setelah menerima laporan. Kurang dari tiga jam setelah kejadian, pelaku berhasil ditangkap di sekitar lokasi tanpa perlawanan berarti.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan dalam aksi tersebut serta sejumlah barang lainnya yang berkaitan dengan kejadian.

Kasatreskrim Polres Tulang Bawang Barat, AKP Juherdi Sumandi, menyebutkan bahwa tindakan pelaku diduga kuat dipicu oleh pengaruh narkoba yang memicu gangguan persepsi.

“Pelaku diduga mengalami halusinasi berat setelah mengonsumsi sabu. Dalam kondisinya, ia tidak mengenali bahwa korban adalah anak kandungnya,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk mendalami latar belakang serta kondisi psikologis pelaku.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *