Dana Desa Dipangkas 58 Persen, Ratusan Desa di Batang Hari Kejar Waktu Pencairan

Dana Desa 2026 Terpangkas Drastis, Desa di Batang Hari Dihadapkan pada Tantangan Baru,Photo Istimewa
INDOSBERITA.ID.BATANG HARI – Penurunan tajam pagu Dana Desa (DD) pada tahun 2026 menjadi tantangan serius bagi pemerintah desa di Kabupaten Batang Hari, Jambi. Tahun ini, setiap desa hanya menerima anggaran berkisar Rp200 juta hingga Rp370 juta, jauh merosot dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,3 miliar hingga Rp1,4 miliar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Batang Hari, Taufiq, mengungkapkan bahwa penurunan tersebut mencapai sekitar 58 persen. Kondisi ini menuntut desa untuk lebih cermat dalam menentukan arah penggunaan anggaran.
“Dengan penurunan yang cukup besar, desa harus benar-benar fokus pada program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya di Muara Bulian.dikutip dari Jambiindependent
Di tengah keterbatasan anggaran tersebut, proses pencairan Dana Desa tetap berjalan. Hingga saat ini, sebanyak 22 desa telah mengajukan pencairan dan sedang menunggu transfer dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ke rekening desa masing-masing.
Taufiq memastikan bahwa secara mekanisme, penyaluran dana tidak mengalami kendala berarti. Namun, kelancaran pencairan tetap bergantung pada kesiapan administrasi desa.
Ia menjelaskan bahwa salah satu tahapan krusial adalah proses rekonsiliasi, yaitu penyesuaian data anggaran dengan dokumen APBD agar tidak terjadi perbedaan angka. Jika seluruh persyaratan terpenuhi, dana dapat segera ditransfer dalam waktu relatif singkat.
“Kalau administrasinya lengkap dan tidak ada masalah, biasanya dana langsung masuk ke rekening desa,” jelasnya.
Pemerintah juga menetapkan batas pencairan tahap pertama hingga Juni 2026. Desa yang mampu menyelesaikan tahap ini lebih cepat bahkan dapat langsung mengajukan pencairan tahap kedua tanpa harus menunggu tenggat waktu.
“Bila tahap pertama selesai lebih awal, misalnya April atau Mei, desa sudah bisa lanjut ke tahap berikutnya,” tambahnya.
Dari total 124 desa dan kelurahan di Batang Hari, baru 22 desa yang mengajukan pencairan. Sisanya kini berpacu dengan waktu untuk melengkapi persyaratan administrasi agar tidak tertinggal.
Dengan kondisi anggaran yang menyusut lebih dari separuh, pemerintah daerah mengingatkan seluruh desa agar lebih bijak dalam mengelola keuangan. Setiap program yang dijalankan diharapkan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.




