BLT Rp5,4 Juta Ramai Dibahas, Pemerintah Masih Verifikasi Data Penerima

Foto Ilustrasi
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Pemerintah tengah menyiapkan perubahan mekanisme penyaluran bantuan sosial melalui skema transfer tunai langsung. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa angka Rp5,4 juta yang ramai beredar bukan berarti setiap keluarga akan menerima bantuan sebesar itu.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya menyebut perhitungan bantuan dapat mencapai sekitar Rp5,4 juta per keluarga. Pemerintah masih mengatur besaran dan mekanisme final penyaluran bantuan tersebut.
Juru Bicara Ketua DEN RI, Jodi Mahardi, menjelaskan angka Rp5,4 juta merupakan ilustrasi estimasi akumulasi maksimal dari berbagai program perlindungan sosial yang sudah berjalan. Karena itu, setiap rumah tangga tidak otomatis menerima nominal yang sama.
Perbedaan kondisi dan tingkat kelayakan penerima akan memengaruhi manfaat yang diterima masing-masing keluarga.
Pemerintah Siapkan Sistem Digital
Pemerintah juga mengembangkan sistem digital untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima bansos. Sistem tersebut akan mengintegrasikan data kependudukan dan data perlindungan sosial.
Luhut mengatakan pemerintah juga menyiapkan penggunaan teknologi pengenalan wajah atau face recognition dalam proses verifikasi penerima. Pemerintah masih mengolah data tersebut sebelum menjalankan mekanisme transfer tunai secara lebih luas.
Selain itu, pemerintah mengembangkan sistem digital single ID untuk membantu mengintegrasikan data antarlembaga. Pemerintah menargetkan digitalisasi perlindungan sosial berjalan secara bertahap pada akhir 2026.
Kapan Transfer Tunai Mulai Berjalan?
Luhut menyampaikan pemerintah merencanakan uji coba transfer tunai bansos pada kuartal I-II 2027. Saat ini, pemerintah masih mengolah data penerima dan menyiapkan mekanisme penyalurannya.
Dengan demikian, masyarakat belum dapat menyebut Rp5,4 juta sebagai BLT baru yang pasti cair pada 2026. Pemerintah juga belum menetapkan besaran yang sama untuk seluruh penerima.
Syarat Penerima Belum Final
Pemerintah belum mengumumkan persyaratan final untuk skema transfer tunai tersebut. Penentuan penerima masih menunggu proses pemutakhiran, integrasi, dan verifikasi data.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak langsung mempercayai informasi di media sosial yang menawarkan pencairan BLT Rp5,4 juta dengan cara tertentu. ANTARA sebelumnya juga menegaskan bahwa klaim mengenai BLT Rp5,4 juta yang mengharuskan warga berkomentar “hadir” di Facebook merupakan informasi hoaks.
Masyarakat dapat mengikuti perkembangan kebijakan melalui kanal resmi pemerintah agar tidak keliru memahami besaran, syarat, maupun jadwal penyaluran bantuan.



