Lapangan Kerja AS Melonjak,Harga Perak Anjlok 1,7 Persen

Foto Perak,Gambar Istimewa
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Harga perak kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat (4/9/2026). Penguatan pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) membuat investor memperkirakan ruang bagi Federal Reserve atau The Fed untuk menaikkan suku bunga pada September masih terbuka.
Mengacu pada laporan Reuters, harga perak spot merosot 1,7 persen menjadi US$65,83 per ons. Pelemahan tersebut sekaligus menempatkan perak di jalur penurunan secara mingguan.
Lapangan Kerja AS Melampaui Perkiraan
Sentimen negatif terhadap perak terutama datang dari laporan ketenagakerjaan AS. Data terbaru menunjukkan perusahaan-perusahaan di Negeri Paman Sam menambah 162.000 pekerjaan sepanjang Agustus.
Angka tersebut jauh melampaui perkiraan ekonom yang disurvei Reuters, yakni hanya 56.000 pekerjaan. Kondisi itu memperlihatkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi.
Tingkat pengangguran AS juga bertahan di level 4,1 persen. Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat menjadi 61,6 persen.Di Kutip dari Beritasatu
Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Menguat
Data ketenagakerjaan tersebut langsung memengaruhi perhitungan investor terhadap kebijakan moneter The Fed.
Peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan 15-16 September disebut meningkat setelah laporan pekerjaan dirilis. Reuters melaporkan, pasar sebelumnya memperkirakan peluang kenaikan sekitar 55 persen, kemudian naik menjadi sekitar 65 persen.
Perubahan ekspektasi tersebut menjadi sentimen negatif bagi logam mulia, termasuk perak, karena kenaikan suku bunga biasanya meningkatkan daya tarik aset berbasis imbal hasil.
Dolar AS dan Yield Ikut Menekan Perak
Tekanan terhadap harga perak semakin kuat seiring penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah AS.
Perak, seperti emas, tidak memberikan imbal hasil. Karena itu, ketika yield meningkat, biaya peluang untuk memegang logam mulia ikut bertambah dan dapat membuat investor mengalihkan dana ke aset berbasis dolar atau surat utang.
Pergerakan harga perak sempat lebih tajam setelah data ketenagakerjaan AS dirilis. Harga XAG/USD turun hingga sekitar US$64,74 per ons sebelum akhirnya memangkas sebagian kerugiannya dan kembali di perdagangkan di atas US$66 per ons.
Platinum dan Paladium Juga Melemah
Tekanan pasar tidak hanya di rasakan oleh perak. Logam mulia lainnya juga mengalami pelemahan pada perdagangan Jumat.
Harga platinum turun 0,8 persen menjadi US$1.810,96 per ons. Sementara itu, paladium melemah 2,5 persen menjadi US$1.385,50 per ons.
Perak, platinum, dan paladium sama-sama berada di jalur penurunan mingguan, mencerminkan kuatnya tekanan dari perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS.
Investor Menanti Data Inflasi AS
Perhatian investor kini beralih ke sejumlah data ekonomi AS yang akan di rilis pada pekan depan. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) akan menjadi indikator penting untuk membaca arah kebijakan The Fed.
Jika tekanan inflasi masih tinggi, pasar berpotensi kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan lanjutan terhadap harga perak dan logam mulia lainnya.
Sebaliknya, apabila data inflasi menunjukkan tanda-tanda pelemahan, peluang perubahan ekspektasi pasar dapat membuka ruang bagi harga perak untuk kembali menguat.



