Bolehkah Melipat Celana dan Lengan Baju Saat Salat? Ini Penjelasan Hukumnya

Saat sedang shalat,Foto ChatGPT
INDOSBERITA.ID.TANYA ISLAM – Saat menunaikan salat, umat Islam di anjurkan memperhatikan kesopanan dan kerapian pakaian. Bukan hanya memastikan tubuh terbebas dari najis, tetapi juga menghindari hal-hal yang dapat mengurangi kesempurnaan adab dalam beribadah.
Salah satu hal yang kerap di lakukan ialah menggulung lengan baju atau melipat ujung celana sebelum salat. Sebagian orang melakukannya demi kenyamanan, sementara lainnya ingin mencegah ujung celana menyentuh lantai.
Lantas, bagaimana hukum melipat pakaian ketika salat?
Rasulullah SAW Melarang Menggulung Pakaian Saat Salat
Larangan menggulung atau menahan pakaian saat salat bersumber dari hadis sahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim.
Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau diperintahkan bersujud menggunakan tujuh bagian tubuh, yakni dahi, dua tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki. Dalam hadis yang sama, Rasulullah SAW juga melarang seseorang mengumpulkan atau menggulung pakaian serta menahan rambut ketika hendak salat.
Imam An-Nawawi menjelaskan persoalan tersebut dalam Syarah Shahih Muslim. Menurutnya, para ulama sepakat melarang seseorang melaksanakan salat dalam kondisi sebagian pakaiannya terlipat, termasuk menggulung lengan baju dan bentuk serupa lainnya.
Namun, larangan tersebut masuk kategori makruh tanzih. Artinya, tindakan tersebut sebaiknya di tinggalkan, tetapi tidak sampai membatalkan salat.
Dengan demikian, seseorang yang salat dengan lengan baju atau ujung celana terlipat tetap memiliki salat yang sah. Meski begitu, umat Islam di anjurkan mengembalikan pakaian ke kondisi semestinya sebelum memulai salat.
Mengapa Pakaian Sebaiknya Tidak Di lipat?
Selain mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, menghindari lipatan pakaian juga berkaitan dengan adab ketika menghadap Allah SWT.
Pakaian yang rapi dapat membantu seseorang menjaga ketenangan dan kekhusyukan selama menjalankan ibadah. Sebaliknya, pakaian yang terlipat atau tergulung terkadang menimbulkan rasa tidak nyaman ketika seseorang melakukan rukuk, sujud, maupun gerakan salat lainnya.
Karena itu, jika seseorang ingin menggulung lengan baju atau melipat celana karena alasan aktivitas sebelum salat, sebaiknya ia mengembalikannya terlebih dahulu sebelum mengangkat takbiratul ihram.
Adab Berpakaian Ketika Salat
Pakaian untuk salat tidak hanya berfungsi menutup aurat. Seorang Muslim juga di anjurkan memilih pakaian yang bersih, rapi, dan tidak mengganggu kekhusyukan.
Beberapa adab yang perlu di perhatikan antara lain:
- Menutup aurat sesuai ketentuan syariat.
- Memastikan pakaian bersih dari najis dan tidak menimbulkan bau yang mengganggu.
- Mengenakan pakaian yang rapi dan pantas.
- Menghindari pakaian dengan gambar atau tulisan yang dapat mengganggu konsentrasi.
- Tidak mengenakan pakaian secara berlebihan atau bertujuan untuk pamer.
Batas Aurat Saat Salat
Batas aurat juga menjadi bagian penting dalam ketentuan berpakaian ketika salat.
Bagi laki-laki, aurat berada di antara pusar dan lutut. Sementara bagi perempuan, mayoritas ulama menjelaskan bahwa seluruh tubuh merupakan aurat dalam salat kecuali wajah dan telapak tangan.
Ketentuan tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan pakaian sebelum seseorang memulai ibadah.
Jadi, melipat lengan baju atau ujung celana ketika salat tidak membatalkan salat, tetapi tindakan tersebut termasuk hal yang sebaiknya di hindari. Jika memungkinkan, rapikan pakaian terlebih dahulu sebelum takbiratul ihram agar ibadah berlangsung dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.



