Jangan Sampai Salah, Ini 13 Rukun Salat yang Menentukan Sah atau Tidaknya Ibadah

Jangan Sampai Salah, Ini 13 Rukun Salat yang Menentukan Sah atau Tidaknya Ibadah

Sedang Shalat 5 Waktu,foto ChatGPT

INDOSBERITA.ID.TANYA ISLAM – Salat menjadi ibadah wajib yang umat Islam kerjakan setiap hari. Agar ibadah tersebut berjalan sesuai tuntunan, umat Islam perlu memahami setiap gerakan dan bacaan yang Rasulullah SAW ajarkan.

Salat memiliki sejumlah rukun yang harus dikerjakan. Jika seseorang meninggalkan salah satu rukun, ia perlu memperbaiki salatnya sesuai ketentuan fikih.

Rasulullah SAW mengingatkan umatnya untuk mengikuti tata cara salat yang beliau contohkan.

“Salatlah sebagaimana kalian melihat aku salat.” (HR Bukhari)

Para ulama memang berbeda pendapat mengenai jumlah rukun salat. Mazhab Hanafi menyebut enam rukun, Maliki 14 rukun, Syafi’i 13 rukun, sedangkan Hambali menetapkan 14 rukun.

Dalam pembahasan fikih yang umum digunakan di Indonesia, berikut 13 rukun salat yang perlu diketahui.

1. Niat

Niat menjadi rukun pertama dalam salat. Seseorang menentukan ibadah yang hendak ia kerjakan melalui niat di dalam hati.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya amal ibadah itu harus dengan niat. Dan setiap orang mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya.” (HR Bukhari)

2. Takbiratul Ihram

Takbiratul ihram menandai dimulainya salat. Seseorang mengucapkan “Allahu Akbar” untuk memasuki ibadah salat.

Setelah mengucapkan takbiratul ihram, seseorang harus meninggalkan berbagai aktivitas yang membatalkan salat.

3. Berdiri bagi yang Mampu

Orang yang mampu berdiri wajib melaksanakan salat fardu dengan posisi berdiri.

Bagi orang yang memiliki uzur dan tidak mampu berdiri, Islam memberikan keringanan. Ia dapat salat sambil duduk atau berbaring sesuai kemampuannya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Salatlah dengan berdiri. Bila tidak sanggup maka sambil duduk dan bila tidak sanggup sambil berbaring.” (HR Bukhari)

4. Membaca Surah Al-Fatihah

Mayoritas ulama dari mazhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali memasukkan bacaan Surah Al-Fatihah sebagai rukun salat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak sah salat kecuali dengan membaca Ummul Qur’an (Surah Al-Fatihah).” (HR Bukhari dan Muslim)

Karena itu, umat Islam perlu memperhatikan bacaan Al-Fatihah dalam setiap salat sesuai ketentuan fikih yang diikuti.

5. Rukuk

Rukuk mengharuskan seseorang membungkukkan badan dengan kedua tangan memegang lutut. Posisi punggung dan kepala juga mengikuti tuntunan salat Rasulullah SAW.

Aisyah RA berkata:

“Aku melihat beliau SAW ketika rukuk meletakkan tangannya pada lututnya.” (HR Muttafaqun ‘Alaih)

6. Iktidal

Setelah rukuk, seseorang kembali berdiri tegak sebelum melakukan sujud. Gerakan ini disebut iktidal.

Allah SWT juga memerintahkan orang beriman untuk rukuk dan sujud dalam Surah Al-Hajj ayat 77:

“Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu, dan lakukanlah kebaikan agar kamu beruntung.”

7. Tumakninah

Tumakninah berarti seseorang berhenti sejenak dalam posisi tertentu hingga tubuh berada dalam keadaan tenang.

Umat Islam perlu menjaga tumakninah ketika rukuk, iktidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud.

Rasulullah SAW pernah menegur seseorang yang tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Beliau kemudian mengajarkan agar orang tersebut memperbaiki salatnya.

8. Sujud

Sujud menjadi salah satu rukun utama dalam salat. Saat sujud, seseorang menempatkan tujuh anggota tubuh pada tempat sujud, yakni wajah termasuk hidung, kedua tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki.

Ibnu Abbas RA berkata:

“Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh anggota, yaitu wajah, kedua tangan, kedua lutut, dan kedua tapak kaki.” (HR Bukhari dan Muslim)

9. Duduk di Antara Dua Sujud

Setelah sujud pertama, seseorang duduk sebelum kembali melakukan sujud kedua.

Posisi yang umum dianjurkan ialah duduk iftirasy. Dalam posisi ini, seseorang melipat kaki kiri sebagai alas duduk, menegakkan kaki kanan, lalu mengarahkan jari-jari kaki kanan ke kiblat.

10. Duduk Tasyahhud Akhir

Seseorang duduk untuk membaca tasyahhud akhir sebelum mengakhiri salat.

Jumhur ulama memasukkan duduk tasyahhud akhir sebagai rukun salat. Posisi duduk yang umum dianjurkan ialah tawaruk, yakni mengeluarkan kaki kiri ke bawah kaki kanan dan duduk di atas lantai.

11. Membaca Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW

Pada tasyahhud akhir, seseorang membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, jumhur ulama menilai bacaan sholawat pada tasyahhud awal sebagai sunnah.

Salah satu bacaan sholawat yang dikenal umat Islam ialah:

“Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim. Wabarik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama barakta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidum majid.”

Artinya:

“Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

12. Salam

Salam mengakhiri rangkaian salat. Seseorang menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan salam sesuai tuntunan.

Ibnu Mas’ud RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW memberikan salam ke kanan dan ke kiri hingga terlihat pipi beliau.

Mazhab Maliki dan Syafi’i memandang salam pertama sebagai kewajiban, sedangkan salam kedua sebagai sunnah. Mazhab Hambali mewajibkan kedua salam dalam kondisi tertentu.

13. Tertib

Tertib berarti seseorang mengerjakan seluruh rukun salat sesuai urutan.

Ia memulai salat dengan niat dan takbiratul ihram, kemudian mengikuti rangkaian gerakan dan bacaan hingga salam. Ia tidak boleh mengacak urutan rukun tersebut.

Jangan Sampai Mengabaikan Rukun Salat

Memahami rukun salat membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan lebih baik. Meski para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai jumlah rukun, setiap Muslim tetap perlu mengikuti tuntunan mazhab atau pendapat ulama yang menjadi rujukannya.

Dengan memahami setiap rukun, umat Islam dapat lebih memperhatikan gerakan, bacaan, dan ketertiban salat sehingga ibadah berlangsung dengan benar dan penuh kekhusyukan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *