Belum Terima Gaji, Koperasi Merah Putih Kini Berduka Kehilangan Lima Calon Manajer

Poto Istimewa
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih kini menghadapi tantangan berat dari dua sisi sekaligus. Selain manajemen yang belum membayar upah para pegawainya, program bentukan pemerintah ini juga harus menerima kabar duka atas meninggalnya lima calon manajer saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil).
Pegawai Menanti Kepastian Upah
Sejumlah pegawai Kopdes Merah Putih mengeluh karena mereka belum menerima gaji, padahal mereka sudah bekerja lebih dari satu bulan. Selain jadwal pembayaran yang buram, para pekerja juga buta mengenai nominal upah yang akan mereka terima.
Salah satu kasir perempuan di gerai Koperasi Merah Putih Kelurahan Bendo, Kota Blitar (samping Markas Koramil Kepanjenkidul), mengonfirmasi kabar tersebut.
“Kami belum tahu kapan gajian. Kami juga tidak tahu berapa nilai gajinya,” ujarnya pada Sabtu (27/6/2026).
Para pegawai mengaku sudah menanyakan persoalan ini berkali-kali kepada Babinsa maupun personel Person in Charge (PIC) dari PT Agrinas Pangan Nusantara wilayah Blitar. Namun, pihak manajemen belum memberikan penjelasan resmi apa pun.
Lima Calon Manajer Gugur Saat Pelatihan
Di tengah ketidakpastian nasib para pegawai, program Koperasi Merah Putih juga menghadapi duka mendalam. Lima peserta Latsarmil mengembuskan napas terakhir saat menjalani pelatihan fisik di lokasi yang berbeda-beda.
Berikut daftar para peserta yang gugur:
-
Yonanda Muhammad Taufiq: Mengalami henti jantung di Baturaja (17 Juni 2026).
-
Anisa Muyassaroh: Mengalami heat stroke di Balikpapan (18 Juni 2026).
-
Novia Rahmadhani Sihotang: Memiliki riwayat tuberkulosis, meninggal di Jakarta (23 Juni 2026).
-
Muhammad Rifki Renaldi Gunawan: Meninggal di Jakarta (26 Juni 2026).
-
Nola Diasari: Meninggal di Singkawang, Kalimantan Barat (26 Juni 2026).
Kemhan Salurkan Santunan Rp50 Juta
Kementerian Pertahanan (Kemhan) bergerak cepat merespons tragedi ini dengan menyalurkan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab negara.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga. Ketut memastikan tim medis sudah memberikan penanganan maksimal sesuai prosedur sebelum merujuk para peserta ke rumah sakit. Ia juga menegaskan bahwa tim dokter telah memeriksa kesehatan seluruh peserta sebelum latihan dimulai.
“Kami menyerahkan santunan sebesar Rp50 juta kepada setiap keluarga peserta yang wafat. Santunan ini merupakan bentuk perhatian negara, mulai dari penanganan darurat hingga proses pemakaman,” tegas Ketut dalam konferensi pers di Gedung Kemhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).



