BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Tiga Kabupaten di Jambi Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem

Ilustrasi cuaca ekstrim
INDOSBERITA.ID.JAMBI – Warga di sejumlah wilayah Provinsi Jambi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada Sabtu (13/6/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait kemungkinan terjadinya hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Berdasarkan informasi yang dirilis BMKG Jambi pada pukul 04.15 WIB, kondisi cuaca tersebut diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 04.25 WIB dan berpotensi melanda sejumlah kecamatan di tiga kabupaten.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Tabir Barat di Kabupaten Merangin, Kecamatan Rantau Pandan, Pasar Muara Bungo, Pelepat, Muko-Muko Bathin VII, Bathin III, Bungo Dani, Rimbo Tengah dan Bathin III Ulu di Kabupaten Bungo, serta Kecamatan VII Koto di Kabupaten Tebo.
BMKG juga memperingatkan bahwa cuaca buruk tersebut dapat meluas ke sejumlah wilayah lainnya. Di Kabupaten Merangin, potensi hujan lebat diperkirakan menjangkau Kecamatan Tabir Ulu.
Sementara di Kabupaten Bungo, wilayah yang berpotensi terdampak meluas antara lain Tanah Tumbuh, Jujuhan, Tanah Sepenggal, Limbur Lubuk Mengkuang, Batin II Babeko, Bathin II Pelayang, Jujuhan Ilir dan Tanah Sepenggal Lintas.
Sedangkan di Kabupaten Tebo, cuaca serupa berpotensi terjadi di Kecamatan Rimbo Bujang, Rimbo Ulu dan Rimbo Ilir.
Prakirawan BMKG Jambi menyebutkan kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 07.25 WIB.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, genangan air, banjir lokal, hingga gangguan aktivitas transportasi akibat jarak pandang yang berkurang saat hujan deras.
Pengguna jalan, terutama yang melintasi kawasan rawan longsor dan daerah dengan pepohonan besar, juga diminta lebih berhati-hati selama cuaca ekstrem berlangsung.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi guna mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer yang dapat terjadi sewaktu-waktu.



