Rapat tersebut dihadiri oleh Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno, Kepala Dinas PUPR Anjar Parbowo, serta Kepala Bapperida Budi Setiawan. Agenda utama membahas rencana pelebaran jalan dan pembangunan jalur dua dari exit Tol Pijoan hingga Mendalo Darat, yang berbatasan dengan Kota Jambi.
Ruas ini merupakan bagian penting dari Lintas Timur Sumatera yang menghubungkan Provinsi Jambi dengan Riau, serta menjadi jalur penghubung menuju Lintas Tengah Sumatera arah Sumatera Barat. Selain itu, kawasan tersebut juga menopang mobilitas menuju pusat pendidikan, kawasan industri, dan distribusi logistik.
Dalam kesempatan itu, Bupati Bambang Bayu Suseno menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh proyek tersebut, termasuk dalam proses pembebasan lahan.
“Pada tahun 2021–2022 memang sempat ada penolakan. Namun seiring perkembangan dan meningkatnya volume kendaraan, kebutuhan pelebaran ini semakin mendesak. Pemda siap melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kalau hanya pagar, kita siap ganti. Tapi kalau sudah bangunan ruko, tentu harus dibicarakan lebih lanjut. Intinya, Pemkab Muaro Jambi sangat mendukung,” ujarnya.
Dari sisi teknis, Kepala BPJN Jambi Dedy Hariadi memaparkan bahwa beberapa segmen jalan akan ditangani dengan kondisi eksisting lebar sekitar 7 meter. Segmen Batas Kota Jambi–Simpang Rimbo memiliki panjang penanganan 2,26 km, segmen lain sepanjang 7,80 km, serta segmen Batas Kota Jambi menuju Mendalo Darat–Simpang Tiga sepanjang 0,30 km.
Sementara itu, Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Edi Benny Cahyono mengungkapkan bahwa ruas Mendalo hingga batas kota kerap menjadi titik kemacetan dan rawan kecelakaan. Kepadatan paling tinggi terjadi di sekitar gerbang Universitas Jambi dan UIN Sultan Thaha Saifuddin, terutama saat jam kuliah dan momen wisuda.
Ia juga menyoroti kemacetan di Simpang Sungai Duren akibat kendaraan berat yang melambat, serta penumpukan kendaraan di Pintu Tol Pijoan saat volume keluar tol meningkat tajam.
Ruas Simpang Mendalo hingga Stadion Swarnabhumi sendiri berstatus jalan nasional dan menjadi jalur vital. Segmen Mendalo Darat–Simpang Sungai Duren juga berfungsi sebagai penghubung utama antara Jalan Tol Trans Sumatera dengan pusat aktivitas masyarakat, termasuk dua perguruan tinggi negeri serta jalur angkutan batu bara.
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Samsul Ridwan, Bupati Sarolangun H. Hurmin, perwakilan mahasiswa, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Rencana pelebaran ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di salah satu koridor terpadat di Provinsi Jambi.(Adi)