Ekraf dan IABA Jalin Kolaborasi Kembangkan Ekonomi Kreatif

Ekraf dan IABA Jalin Kolaborasi Kembangkan Ekonomi Kreatif

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya (tengah) saat menerima audiensi Indonesian Association of British Alumni (IABA) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Jumat (13/2/2026). ANTARA/HO-Kemenekraf

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) tengah menjajaki peluang kolaborasi berbasis pendekatan hexahelix dengan Indonesian Association of British Alumni (IABA). Tujuannya untuk memperluas jejaring dan memperkuat pengembangan pasar ekonomi kreatif, dari tingkat lokal hingga panggung internasional.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya mendorong potensi daerah agar dapat naik kelas: dari local hero menjadi national champion, hingga berkiprah di level global. Ia menambahkan, Kementerian memiliki berbagai kluster program, termasuk Sinergi Ekraf yang telah menjalin kerja sama dengan sekitar 60 mitra strategis.

“Mitra-mitra ini bisa dihilirisasi ke asosiasi, komunitas, pemerintah daerah, hingga lembaga seperti IABA,” ujar Menteri Teuku Riefky dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Menteri Ekraf menyambut baik inisiatif IABA yang membuka ruang kolaborasi inklusif. Menurutnya, kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas talenta kreatif nasional, memperluas akses pasar, dan menumbuhkan pelaku ekonomi kreatif yang kompetitif di kancah global.

Sementara itu, Ketua Umum IABA Triono Junoasmono mengungkapkan bahwa setiap tahun sekitar 3.000 pelajar Indonesia lulus dari berbagai institusi di Inggris dengan keahlian beragam. “Moto kami adalah berdampak untuk negeri, bukan hanya untuk diri sendiri. Kami melihat Ekraf memiliki sektor-sektor yang bisa kami dukung melalui kolaborasi,” ujarnya.

IABA sendiri berperan sebagai organisasi resmi alumni pendidikan Inggris di Indonesia. Selain menjembatani kerja sama akademik dan budaya, IABA juga menjadi katalisator bagi inovasi, penguatan jejaring profesional, dan kolaborasi internasional di sektor ekonomi kreatif.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *