93 Sekolah Rakyat Permanen Siap Dibuka,Gus Ipul Minta SDM Bertransformasi Total

93 Sekolah Rakyat Permanen Siap Dibuka,Gus Ipul Minta SDM Bertransformasi Total

Menuju Era Baru Sekolah Rakyat, Gus Ipul Minta Semua Siap dari Sekarang

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Kementerian Sosial mulai mematangkan kesiapan operasional Sekolah Rakyat permanen yang akan difungsikan secara bertahap mulai tahun 2026. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa transformasi Sekolah Rakyat tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga perubahan pola kepemimpinan dan kualitas pengelolaan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul saat memimpin rapat koordinasi nasional bersama kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat dari berbagai daerah di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, Sekolah Rakyat permanen akan hadir sebagai institusi pendidikan terpadu dengan sistem pengelolaan yang jauh lebih kompleks dibandingkan model sekolah sementara yang telah berjalan sebelumnya.

“Sekolah Rakyat permanen membutuhkan cara berpikir baru. Kepala sekolah bukan lagi sekadar pelaksana program, tetapi pemimpin lembaga pendidikan yang harus mampu membangun budaya belajar dan karakter siswa,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, kompleks Sekolah Rakyat permanen dibangun di atas lahan seluas 7 hingga 10 hektare dengan kapasitas lebih dari seribu siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor utama keberhasilan program tersebut.

Dalam arahannya, Gus Ipul meminta seluruh elemen sekolah mulai dari guru, wali asrama, wali asuh, hingga petugas pendukung memiliki standar pelayanan yang sama dalam mendidik dan membina siswa.

“Pendidikan karakter tidak hanya dibentuk di ruang kelas, tetapi juga melalui lingkungan sekolah secara keseluruhan. Semua memiliki tanggung jawab yang sama,” katanya.

Kemensos juga menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) terpadu agar kualitas layanan Sekolah Rakyat di setiap daerah berjalan seragam. Standar tersebut mencakup layanan pendidikan, kesehatan, pengasuhan, aktivitas ibadah, hingga pengelolaan asrama.

Menurut Gus Ipul, asrama menjadi bagian penting karena menjadi pusat pembinaan siswa selama 24 jam. Untuk mendukung pengawasan dan keamanan, Kemensos akan memperkuat penggunaan teknologi, termasuk pemasangan CCTV di berbagai area sekolah.

“Pengelolaan asrama harus profesional, mulai dari kebersihan, kedisiplinan, hingga kenyamanan siswa. Semua harus dipersiapkan dengan serius sejak sekarang,” tegasnya.

Selain fokus pada pembangunan fasilitas permanen, Kemensos juga tengah menyiapkan peringatan satu tahun Sekolah Rakyat yang akan berlangsung bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Juli mendatang.

Gus Ipul menilai momentum tersebut harus menjadi ajang pembuktian bahwa Sekolah Rakyat mampu menghadirkan perubahan nyata dalam upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Sekolah Rakyat harus menjadi harapan baru bagi masyarakat. Program ini harus benar-benar memberi dampak nyata, bukan sekadar seremoni,” ujarnya.

Ia pun meminta setiap Sekolah Rakyat menggelar kegiatan open house agar masyarakat dapat melihat langsung proses pembelajaran dan perkembangan program tersebut. Kegiatan itu diharapkan melibatkan tokoh masyarakat, media, hingga berbagai komunitas.

Dalam rapat tersebut, sejumlah kepala sekolah turut melaporkan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di daerah masing-masing. Beberapa wilayah seperti Minahasa, Takalar, Tual, Bireuen, dan Natuna disebut menunjukkan progres pembangunan yang positif serta mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Saat ini, pemerintah menargetkan 93 titik pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap II selesai pada Juni 2026 sehingga dapat digunakan pada tahun ajaran baru Juli mendatang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *