Van Dijk Semprot Aturan FIFA di Piala Dunia 2026 Usai Belanda Gagal Kalahkan Jepang

Van Dijk Semprot Aturan FIFA di Piala Dunia 2026 Usai Belanda Gagal Kalahkan Jepang

Selebrasi kapten Timnas Belanda, Virgil van Dijk (nomor 4), usai mencetak gol ke gawang Jepang di Piala Dunia 2026.
© ARIC BECKER/AFP

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Kapten Timnas Belanda, Virgil van Dijk, melontarkan kritik terhadap salah satu regulasi yang diterapkan FIFA pada Piala Dunia 2026. Komentar tersebut disampaikannya setelah Belanda bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada pertandingan Grup F.

Dalam laga tersebut, Van Dijk sempat membawa De Oranje unggul lebih dulu melalui sundulan yang memanfaatkan umpan silang Ryan Gravenberch. Namun, Jepang berhasil menyamakan kedudukan pada fase akhir pertandingan lewat Daichi Kamada setelah Belanda gagal mengantisipasi situasi sepak pojok.

Usai laga, perhatian Van Dijk tidak hanya tertuju pada hasil pertandingan. Bek berusia 35 tahun itu juga menyoroti kebijakan jeda minum yang diberlakukan FIFA selama turnamen berlangsung.

Sebagai bagian dari upaya menghadapi suhu tinggi di sejumlah kota tuan rumah di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, FIFA menerapkan penghentian pertandingan setiap 22 menit agar pemain dapat melakukan rehidrasi. Setiap jeda berlangsung selama tiga menit sebelum pertandingan kembali dilanjutkan.

Menurut Van Dijk, aturan tersebut memang memiliki tujuan yang baik, terutama ketika cuaca sangat panas. Namun, ia menilai penerapannya secara menyeluruh dalam semua pertandingan perlu dievaluasi kembali.

“Saya sudah menyaksikan hampir seluruh pertandingan sejauh ini. Setiap kali permainan berhenti dan beralih ke iklan, itu bukan sesuatu yang saya sukai. Saya juga merasa penonton netral yang menyaksikan dari televisi mungkin tidak menikmatinya,” ujar Van Dijk.

Ia menambahkan bahwa keputusan mengenai jeda minum seharusnya mempertimbangkan kondisi masing-masing pertandingan, bukan diterapkan secara seragam.

“Kalau cuacanya memang ekstrem, tentu itu bisa dimengerti. Tetapi menurut saya setiap pertandingan harus dinilai secara terpisah,” lanjutnya.

Pandangan Van Dijk ternyata sejalan dengan mantan pelatihnya di Liverpool, Juergen Klopp. Pelatih asal Jerman tersebut sebelumnya juga mengkritik interupsi pertandingan yang dinilai dapat mengurangi ritme permainan.

Klopp bahkan menyebut sepak bola berisiko kehilangan esensinya apabila terlalu sering dihentikan demi kepentingan komersial. Ia menegaskan bahwa pertandingan seharusnya mengalir secara alami tanpa terlalu banyak gangguan.

Di sisi lain, komentar Van Dijk mendapat respons positif dari banyak penggemar sepak bola di media sosial. Sejumlah suporter menilai para pemain perlu lebih aktif menyampaikan pandangan mereka terhadap aturan yang memengaruhi jalannya pertandingan, sehingga masukan dari pelaku utama di lapangan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi penyelenggara turnamen di masa mendatang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *