Tuchel menyebut penampilan anak asuhnya saat menghadapi Argentina sebagai salah satu yang terbaik selama turnamen berlangsung.
“Hari ini kami memainkan salah satu permainan terbaik kami. Mungkin penampilan terbaik kami,” kata Tuchel kepada awak media di mixed zone usai pertandingan.
Pelatih asal Jerman itu menegaskan kekalahan tidak membuatnya menyesali strategi maupun pendekatan yang ia terapkan. Menurutnya, para pemain sudah berjuang dengan maksimal.
“Kami tidak menyesal. Penyesalan? Tidak,” tegasnya.
Tuchel juga mengambil tanggung jawab penuh atas setiap keputusan yang ia buat selama pertandingan. Ia menganggap kritik setelah kekalahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dunia sepak bola.
“Sangat mudah untuk mengatakan keputusan saya salah setelah kekalahan. Ada jutaan pelatih yang merasa lebih tahu setelah sebuah kekalahan,” ujarnya.
Menurut Tuchel, perubahan jalannya pertandingan menjadi faktor utama yang membuat Inggris gagal mengamankan kemenangan. Ia menilai masalah tersebut bukan berasal dari struktur permainan timnya.
“Ini bukan masalah struktur. Pertandingan tersebut hanya berubah sepenuhnya. Saya yang membuat keputusan,” katanya.
Di sisi lain, Tuchel memberikan apresiasi kepada Argentina yang tampil sangat efektif. Ia mengingatkan bahwa Inggris menghadapi juara bertahan dengan kualitas pemain kelas dunia, termasuk Lionel Messi yang menyumbang dua assist untuk dua gol Tim Tango ke gawang Jordan Pickford.
“Jangan lupa bahwa kami menghadapi tim yang kuat. Mereka sangat baik,” ucap mantan pelatih Chelsea dan Bayern Munchen itu.
Kekalahan tersebut menghentikan langkah Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Selanjutnya, Harry Kane dan rekan-rekannya akan menghadapi Prancis dalam perebutan peringkat ketiga.
Sementara itu, Argentina mengamankan tiket ke final dan akan menghadapi Spanyol dalam perebutan gelar juara Piala Dunia 2026.