Tradisi Cethik Geni Klaten Kembali Digelar, Lumpia Duleg Ber-HAKI Jadi Ikon Kuliner

Tradisi Cethik Geni Klaten Kembali Digelar, Lumpia Duleg Ber-HAKI Jadi Ikon Kuliner

Tradisi Cethik Geni di Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah Sumber : klaten.go.id

INDOSBERITA.ID.KLATEN – Tradisi Cethik Geni kembali menghidupkan suasana Desa Gatak beberapa waktu lalu. Warga dari berbagai latar belakang berkumpul dalam satu rangkaian acara. Mereka memadukan nilai budaya, kerukunan antarumat beragama, dan pelestarian kuliner tradisional.

Kegiatan tahunan itu memasuki penyelenggaraan ke-8. Panitia membuka acara dengan kenduri bersama. Tokoh agama dari berbagai keyakinan memimpin doa secara bergantian. Doa tersebut menjadi simbol toleransi warga Desa Gatak.

Prosesi sakral dan kuliner khas desa

Setelah kenduri, warga melanjutkan acara dengan prosesi guyangan patung Lembu Suralaya. Prosesi ini menjadi bagian penting dalam Tradisi Cethik Geni. Warga selalu menantikan prosesi tersebut setiap tahun.

Acara ini juga menampilkan Lumpia Duleg. Jajanan khas Desa Gatak itu menjadi identitas kuliner warga. Masyarakat Dukuh Lemburejo menjaga resep tradisionalnya hingga sekarang.

Lumpia Duleg terkenal karena cita rasanya yang khas. Kuliner ini tetap diminati meski banyak jajanan modern bermunculan.

Ketua Panitia Tradisi Cethik Geni ke-8, Albertus Agung Arif Wibowo, menjelaskan tujuan kegiatan tersebut. Panitia ingin menjaga keberlangsungan Lumpia Duleg sebagai warisan kuliner Desa Gatak.

“Kami berharap tradisi ini terus terawat dan di lestarikan, sehingga potensi yang di miliki Desa Gatak semakin di kenal oleh masyarakat secara luas,” ujar Agung.

Sudah mengantongi HAKI

Nama Cethik Geni berasal dari awal proses pembuatan Lumpia Duleg. Warga memulai produksi dengan menyalakan api. Dalam bahasa Jawa, kegiatan itu di sebut cethik geni.

Tradisi Cethik Geni dan Lumpia Duleg telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia memberikan pengakuan tersebut sejak tahun 2022.

Pengakuan HAKI memperkuat posisi keduanya sebagai kekayaan budaya Desa Gatak. Pengakuan itu juga melindungi identitas kuliner khas daerah tersebut.

Apresiasi dari Bupati Klaten

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menghadiri pembukaan acara. Ia mengapresiasi konsistensi warga Desa Gatak dalam menjaga tradisi. Ia juga memuji upaya warga melestarikan potensi asli desa.

Menurut Hamenang, Tradisi Cethik Geni membuktikan kekuatan kuliner lokal. Lumpia Duleg mampu bertahan di tengah gempuran jajanan modern dan produk impor.

“Meskipun sekarang banyak jajanan modern atau impor yang kekinian, Lumpia Duleg terbukti tidak lekang oleh waktu dan tetap laris manis,” kata Hamenang.

Melalui Tradisi Cethik Geni, warga Desa Gatak merawat warisan budaya leluhur. Mereka juga memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Sumber : klaten.go.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *