Kasus Gigitan Hewan di Sungai Penuh Menurun, Tapi Warga Tetap Diminta Waspada

Kasus Gigitan Hewan di Sungai Penuh Menurun, Tapi Warga Tetap Diminta Waspada

Foto Anjing,Foto Ilustrasi

 INDOSBERITA.ID.SUNGAI PENUH – Interaksi dengan hewan peliharaan perlu di lakukan dengan hati-hati. Di Kota Sungai Penuh, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan mencatat 48 kasus gigitan hewan terhadap manusia sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Meski jumlah tersebut cukup menjadi perhatian, sebagian besar kasus yang terjadi masih tergolong gigitan biasa dan tidak menimbulkan dampak serius.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Sungai Penuh, Aries Armen, mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mendekati atau menyentuh hewan peliharaan.

Menurut Aries, kewaspadaan penting terutama ketika hewan menunjukkan perubahan perilaku, seperti terlihat gelisah, takut, atau mulai agresif.

Kasus gigitan hewan di Kota Sungai Penuh sebenarnya mengalami penurunan di bandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah kasus tercatat mencapai 75 kasus.

Meski demikian, masyarakat tetap di minta tidak menganggap remeh risiko gigitan hewan. Aries mengimbau warga untuk tidak memaksakan diri berinteraksi dengan hewan, khususnya saat hewan menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman.

“Kalau hewan sudah menunjukkan tanda agresif, sebaiknya jangan di paksakan untuk berinteraksi,” kata Aries.

Dinas Pertanian juga mengingatkan pemilik hewan peliharaan agar memperhatikan kondisi dan perilaku hewan yang di pelihara. Langkah tersebut di nilai penting untuk mencegah terjadinya gigitan maupun kejadian lain yang dapat membahayakan manusia.

Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat, Dinas Pertanian berharap kasus gigitan hewan di Kota Sungai Penuh dapat terus di tekan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *