TNI AL Siapkan Drone Anka Turki untuk Perkuat Pertahanan Perbatasan Tanjungpinang-Batam

Drone Anka dari Turki
INDOSBERITA.ID.BATAM – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menyiapkan Lanudal Tanjungpinang sebagai salah satu lokasi pendukung operasi drone Anka buatan Turki. Kehadiran pesawat tanpa awak tersebut akan memperkuat pengawasan dan pertahanan wilayah perbatasan barat Indonesia, khususnya kawasan Tanjungpinang dan Batam.
Kesiapan fasilitas terlihat dari kunjungan tim survei Kementerian Pertahanan (Kemenhan) ke Lanudal Tanjungpinang pada Jumat pekan lalu. Katim Kolonel Kal M. Zainul Arif memimpin tim tersebut dalam peninjauan sejumlah fasilitas yang nantinya mendukung operasional drone Anka.
Komandan Lanudal Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Tatang Yanuar Ristanto, M.Tr.Opsla., bersama jajaran perwira staf Lanudal Tanjungpinang dan Wing Udara 1 menyambut kedatangan tim Kemenhan.
Lanudal Tanjungpinang Punya Posisi Strategis
Lanudal Tanjungpinang memiliki posisi strategis karena wilayah operasinya berada dekat dengan Singapura dan Malaysia. Lokasi tersebut memberikan nilai penting bagi TNI AL dalam menjaga keamanan kawasan perbatasan.
Kehadiran drone Anka nantinya dapat memperkuat kemampuan pemantauan wilayah sekaligus memberikan efek gentar dalam menjaga kedaulatan Indonesia.
Drone Anka termasuk jenis Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) kelas Medium Altitude Long Endurance (MALE). Platform tersebut memiliki kemampuan terbang pada ketinggian menengah dengan durasi operasi yang panjang.
Siapkan Hanggar untuk Drone Anka
TNI AL juga menyiapkan pembangunan hanggar sebagai bagian dari fasilitas pendukung operasional skadron Anka.
Hanggar tersebut nantinya mendukung kebutuhan penyimpanan, perawatan, serta persiapan operasional pesawat tanpa awak.
TNI AL saat ini telah memiliki skadron pesawat tanpa awak di bawah Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal). Kehadiran drone Anka buatan Turki akan menambah kekuatan dan kemampuan skadron tersebut.
Penempatan Anka di kawasan Tanjungpinang diharapkan memperkuat kemampuan TNI AL dalam memantau wilayah perbatasan serta mendukung respons terhadap berbagai potensi ancaman di kawasan barat Indonesia.



