Pasar Smartphone Global Anjlok 4%, Samsung dan Apple Justru Makin Perkasa

Pasar Smartphone Global Anjlok 4%, Samsung dan Apple Justru Makin Perkasa

iPhone 15 Series. Harga HP iPhone 15 Series Maret 2024.

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Pasar smartphone global menghadapi tantangan pada kuartal II 2026. Lembaga riset Omdia mencatat pengiriman smartphone selama periode April hingga Juni 2026 turun 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan harga komponen akibat krisis memori global menjadi penyebab utama perlambatan tersebut. Biaya produksi yang semakin tinggi mendorong produsen menaikkan harga jual, sehingga banyak konsumen menunda pembelian perangkat baru.

Di tengah kondisi pasar yang lesu, Samsung dan Apple justru mencatatkan kinerja positif. Kedua perusahaan berhasil memperluas pangsa pasar dan semakin memperkuat posisinya di industri smartphone dunia.

Samsung meningkatkan pangsa pasarnya dari 20 persen menjadi 22 persen. Sementara itu, Apple mencatat kenaikan lebih besar, dari 16 persen menjadi 20 persen. Hasil tersebut membuat Apple semakin mendekati Samsung sebagai pemimpin pasar global.

Berbeda dengan dua raksasa teknologi tersebut, sejumlah vendor asal China kehilangan pangsa pasar. Xiaomi turun dari 15 persen menjadi 11 persen, Oppo melemah dari 12 persen menjadi 10 persen, sedangkan Vivo turun dari 9 persen menjadi 8 persen.

Samsung Kuasai Segmen Ponsel Terjangkau

Omdia menilai Samsung mampu memanfaatkan perubahan strategi para pesaingnya. Ketika sejumlah merek China mengurangi variasi produk dan menaikkan harga, Samsung memperkuat penawaran di segmen ponsel dengan harga lebih terjangkau.

Strategi itu membuat Samsung mampu menarik lebih banyak konsumen, terutama di tengah daya beli masyarakat yang tertekan.

Penjualan Ponsel Murah Paling Terpukul

Analis Utama Omdia, Runar Bjorhovde, menjelaskan bahwa penurunan penjualan paling tajam terjadi pada smartphone dengan harga di bawah US$400.

Menurutnya, segmen tersebut menghadapi tekanan paling besar karena pasokan komponen yang terbatas, margin keuntungan yang tipis, serta konsumen yang sangat sensitif terhadap kenaikan harga.

“Segmen di bawah US$400 mengalami penurunan penjualan terbesar karena keterbatasan pasokan paling ketat, margin keuntungan yang sangat tipis, serta sensitivitas konsumen yang tinggi terhadap harga,” ujar Runar Bjorhovde, dikutip dari GSM Arena, Selasa (14/7/2026).

Meski pasar smartphone global masih menghadapi tekanan, persaingan di papan atas justru semakin ketat. Samsung tetap memimpin pasar, sementara Apple terus memperkecil selisih dan berpotensi memberi tekanan lebih besar pada kuartal-kuartal berikutnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *