Stop Bullying! Dinas Pendidikan Kerinci Edukasi Pelajar dan Guru BK SMP

Dinas Pendidikan Kerinci Gandeng Guru BK dan OSIS Lawan Bullying di Sekolah
INDOSBERITA.ID.KERINCI – Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci terus berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar sosialisasi antisipasi bullying atau perundungan yang melibatkan seluruh guru Bimbingan Konseling (BK) tingkat SMP se-Kabupaten Kerinci serta perwakilan pengurus OSIS dari berbagai sekolah.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dan siswa mengenai bahaya perundungan serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, Dian Eka Satria, mengatakan bahwa angka kasus perundungan di Kabupaten Kerinci saat ini menunjukkan tren penurunan. Namun demikian, upaya pencegahan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Menurutnya, guru BK dan pengurus OSIS memiliki peran penting dalam mendeteksi serta mencegah tindakan perundungan di sekolah. Karena itu, kedua unsur tersebut dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi agar mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan kondusif.
Dian menjelaskan, apabila ditemukan indikasi atau kasus perundungan di sekolah, siswa maupun pengurus OSIS diharapkan segera melaporkannya kepada guru BK untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa tindakan bullying tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun. Selain berdampak buruk bagi korban, perundungan juga merupakan tindakan yang bertentangan dengan aturan hukum dan norma yang berlaku di masyarakat.
“Diharapkan seluruh siswa di Kabupaten Kerinci dapat menjauhi segala bentuk perilaku yang melanggar hukum, termasuk perundungan, serta menjaga nama baik sekolah dan keluarga,” ujarnya.Sabtu 06 Juni 2026.
Melalui sosialisasi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci berharap kesadaran seluruh warga sekolah terhadap bahaya bullying semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.



