Retribusi Gratis, Jadi Penyebab PAD Pasar Sungai Penuh Belum Optimal

Kondisi di dalam Pasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh
INDOSBERITA.ID.SUNGAI PENUH – Realisasi Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kota Sungai Penuh dari sektor pelayanan pasar pada tahun 2026 masih tergolong rendah.
Kondisi ini terjadi karena Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sungai Penuh masih menggratiskan retribusi bagi para pedagang hingga saat ini. Selain itu, proses renovasi Pasar Sungai Penuh juga turut mempengaruhi tidak optimalnya pemungutan retribusi di lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sungai Penuh, Jumadil, mengatakan dari target PAD sebesar 1,7 miliar rupiah pada tahun 2026, baru terealisasi sekitar 8 persen.
Ia menjelaskan, dalam hampir empat bulan terakhir petugas tidak melakukan pungutan retribusi karena adanya kebijakan penggratisan serta kondisi pasar yang sedang dalam tahap renovasi.
“Untuk target PAD tahun 2026 yang dibebankan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebesar 1,7 miliar rupiah, saat ini baru terealisasi sekitar 8 persen. Hal ini karena hampir empat bulan terakhir tidak dilakukan pemungutan retribusi, ditambah kondisi pasar yang sedang direnovasi sehingga pedagang tidak dipungut retribusi,” ujar Jumadil.
Jumadil menambahkan, ke depan pihaknya akan berupaya meningkatkan sumber-sumber PAD Kota Sungai Penuh agar pendapatan daerah dapat meningkat guna mendukung pembangunan daerah.
Upaya tersebut antara lain melalui pemanfaatan kios kosong di lantai dua dan tiga Pasar Tanjung Bajure, serta penataan dan penarikan retribusi bagi pedagang yang berjualan di kawasan depan Tugu 17.
Namun, sebelum dilakukan penarikan retribusi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan melakukan penataan terlebih dahulu agar kawasan tersebut lebih tertib dan rapi. Pedagang kaki lima di area Tugu 17 nantinya hanya diperbolehkan berjualan pada sore hari.



