Monadi Sambangi Kebun Nilam, Komoditas Kerinci Ini Punya Peluang Tembus Pasar Lebih Luas

Monadi Lirik Potensi Nilam Kerinci, Buyer PT Natraco Ikut Tinjau Budidaya Petani
INDOSBERITA.ID.KERINCI – Tanaman nilam mulai menarik perhatian sebagai salah satu komoditas perkebunan yang berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat Kabupaten Kerinci. Bupati Kerinci Monadi pun turun langsung meninjau kebun dan pengolahan nilam di Desa Tambak Tinggi, Desa Sekungkung, serta Desa Belui Tinggi.
Dalam kunjungan tersebut, Monadi mengajak buyer dari PT Natraco melihat langsung potensi nilam Kerinci. Mereka meninjau proses budidaya, perawatan tanaman, pengolahan hasil panen, hingga kualitas produksi yang menentukan peluang pemasaran.
Monadi melihat masyarakat mulai mengembangkan nilam sebagai sumber penghasilan baru. Menurutnya, potensi ini perlu mendapat dukungan agar petani mampu meningkatkan kualitas hasil sekaligus memperoleh nilai jual yang lebih tinggi.
“Kita ingin melihat langsung bagaimana masyarakat mengembangkan tanaman nilam, mulai dari budidaya hingga pengolahannya. Potensi ini perlu kita dorong agar hasilnya memiliki kualitas dan nilai jual yang lebih baik,” demikian pesan Monadi dalam mendorong pengembangan komoditas tersebut.Sabtu 03 Oktober 2026.
Kunjungan bersama buyer PT Natraco juga membuka peluang bagi petani untuk menjalin kemitraan langsung dengan perusahaan. Kerja sama ini berpotensi memperluas jaringan pemasaran sekaligus membantu petani menjangkau pasar yang lebih besar.
Namun, petani tidak cukup hanya meningkatkan jumlah produksi. Mereka juga perlu menjaga kualitas tanaman dan menerapkan proses pengolahan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Pemerintah Kabupaten Kerinci mendorong pengembangan nilam melalui pembinaan budidaya, peningkatan kualitas pengolahan, serta perluasan kemitraan dengan pelaku usaha.
Jika masyarakat mampu mengelola potensi tersebut secara berkelanjutan, nilam dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat ekonomi daerah.
Langkah Monadi meninjau langsung sentra nilam di tiga desa ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menggali potensi perkebunan yang memiliki peluang pasar dan nilai ekonomi bagi masyarakat Kerinci.




