Malam Kelulusan Berubah Mencekam, Remaja 19 Tahun Ditusuk Saat Hendak Menolong

Photo Ilustrasi di aniaya
INDOSBERITA.ID.JAMBI – Malam kelulusan biasanya identik dengan tawa, foto bersama, dan harapan baru. Namun bagi Ibnu Iban Abdani (19), momen yang seharusnya menjadi awal perjalanan hidup justru berubah menjadi pengalaman pahit yang membekas.
Sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan Paal V, Ibnu bersama dua sahabatnya melaju pulang setelah merayakan kelulusan sekolah. Jalanan malam itu tampak biasa saja—hingga sebuah pemandangan tak terduga menghentikan langkah mereka: seorang remaja tergeletak di pinggir jalan.
Tanpa banyak pikir, Ibnu dan teman-temannya memilih berhenti. Niat mereka sederhana—menolong. Namun keputusan itu menjadi titik balik dari malam yang semula hangat menjadi penuh ketegangan.
Alih-alih menyelamatkan, mereka justru diduga menjadi target serangan sekelompok remaja dari sekolah lain. Situasi berubah cepat. Kepanikan, teriakan, dan kekerasan pecah di tempat yang sebelumnya sunyi.
“Saya kira kami bisa bantu, tapi malah langsung diserang. Saya sempat tidak menyangka akan sampai ditusuk,” ujar Ibnu mengenang kejadian tersebut.
Dalam insiden itu, Ibnu mengalami luka tusuk yang diduga akibat benda tajam menyerupai obeng. Luka sedalam sekitar dua sentimeter memaksanya menjalani perawatan intensif dengan 30 jahitan sebuah “kenang-kenangan” pahit di hari kelulusannya.dikutip dari Tribunjambi
Bagi keluarga, kejadian ini bukan hanya soal luka fisik. Surya, ibu Ibnu, berharap keadilan segera ditegakkan. Laporan telah diajukan ke pihak berwajib, dan harapan besar kini tertuju pada penangkapan pelaku.
“Kami hanya ingin ada keadilan. Supaya tidak ada lagi yang mengalami hal seperti ini,” katanya.
Kisah Ibnu menjadi ironi: ketika empati bertemu risiko, dan niat baik justru berujung luka. Sebuah pengingat bahwa di balik tindakan mulia, terkadang tersembunyi bahaya yang tak terduga.




