Kemarau Kian Terasa,Pasokan Bahan Baku Air Bersih di Sungai Penuh Anjlok 40 Persen

Kemarau Kian Terasa,Pasokan Bahan Baku Air Bersih di Sungai Penuh Anjlok 40 Persen

Direktur Utama Perumda Tirta Khayangan

INDOSBERITA.ID.SUNGAI PENUH – Musim kemarau mulai memberi tekanan pada ketersediaan air bersih di Kota Sungai Penuh, Jambi. Debit air baku yang masuk ke instalasi pengolahan air Perumda Tirta Khayangan di Desa Pelayang Raya turun cukup signifikan.

Penurunan debit tersebut mencapai sekitar 40 persen dibandingkan kondisi normal. Situasi ini membuat Perumda Tirta Khayangan harus mengatur kembali distribusi air ke sejumlah wilayah pelanggan.

Direktur Utama Perumda Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh, Edi Al Farisi, mengatakan musim kemarau menjadi faktor utama yang memicu penurunan pasokan air baku.

“Pasokan air baku turun sekitar 40 persen dibandingkan hari normal. Kondisi ini terjadi karena debit sumber air berkurang selama musim kemarau,” kata Edi.Sabtu 08 Agustus 2026

Gangguan di stribusi kini di rasakan pelanggan di tiga kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Pondok Tinggi, Kecamatan Sungai Penuh, dan Kecamatan Sungai Bungkal.

Dampaknya juga menjangkau sejumlah desa di Kecamatan Pesisir Bukit.

Distribusi Air Menyesuaikan Kondisi

Perumda Tirta Khayangan mengambil langkah pengaturan distribusi untuk menghadapi keterbatasan pasokan air baku.

Perusahaan daerah tersebut akan menyalurkan air secara bergiliran kepada pelanggan di wilayah yang mengalami gangguan. Jadwal distribusi menyesuaikan kondisi pasokan air yang tersedia.

Edi juga meminta masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Ia mengimbau pelanggan menghindari penggunaan air secara berlebihan agar persediaan yang ada dapat mencukupi kebutuhan lebih banyak warga.

Masyarakat juga di minta memperhatikan jadwal distribusi, terutama pelanggan yang berada di wilayah terdampak.

Perumda Tirta Khayangan terus memantau debit air baku dan kondisi sumber air. Perusahaan akan menyesuaikan pola distribusi berdasarkan perkembangan pasokan di lapangan.

Kemarau pun menjadi pengingat bagi masyarakat Sungai Penuh untuk lebih bijak menggunakan air. Penghematan dari tingkat rumah tangga dapat membantu menjaga ketersediaan air selama debit sumber belum kembali normal.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *